Sabtu, 08/02/2020, 14:54:40
Alam Adalah Cerminan Kehidupan Manusia
Oleh: Firda Umamy

MENJAGA alam menjadi tanggung jawab kita semua, jagalah alam seperti menjaga diri sendiri, sayangi alam seperti menyayangi diri sendiri, dengan begitu alampun akan memberikan manfaat yang baik buat manusia. 

Alam adalah tempat kita hidup, kita hidup bergantung dengan alam, di dalam alam banyak sumber daya yang harusnya di rawat dengan baik oleh manusia selaku salah satu penghuninya. Kepedulian terhadap alam merupakan sebuah cerminan kehidupan manusia untuk generasi yang akan datang.

Apabila manusia masa kini menjaga alam dengan baik, maka generasi penerusnyapun akan merasakan manfaat yang diberikan oleh alam.

Mirisnya manusia masa kini atau manusia di zaman revolusi industri 4.0 mayoritas tidak memiliki rasa cinta dan memberikan kasih sayang untuk alam. Justru manusia semakin rakus dan serakah  terhadap alam. Manusia mengambil hasil alam sesuka hati tanpa memikirkan dampak buruk yang di timbulkan di masa yang akan datang.

Maka tak heran apabila bencana alam kian merajalela di bumi pertiwi tercinta.  Hal itu karena ulah keserakahan oknum yang hanya memikirkan keuntungan pribadi akan tetapi dampaknya dapat dirasakan oleh semua orang.

Contohnya yaitu penggalian pertambangan yang semakin lama semakin memprihatinkan. Penebangan hutan secara liar, mengakibatkan berbagai macam bencana, seperti apabila musim hujan tiba hutan akan menjadi longsor karena tanah tidak memiliki akar yang berfungsi sebagai penguat tanah, dan pada musim kemarau tiba, akan mengalami kekeringan karena tempat untuk menyimpan cadangan air (pohon) sudah di tebang secara habis-habisan.

Tidak ada pohon maka tidak ada air bersih terutama air tawar yang sangat dibutuhkan oleh manusia untuk kehidupan sehari-hari. Namun, sumber air bersih semakin langka, bukan hanya kerena penebangan hutan secara liar akan tetapi juga karena pencemaran lingkungan yaitu karena keberadaan sampah yang ada di mana-mana. Atau lebih tepatnya manusia membuang sampah sembaragan. Entah itu sampah dari rumah tangga, sampah dari pabrik dan lain sebagainya.

Tidak ada hutan tidak ada hewan. Hutan adalah rumah hewan, tempat hewan bersembuyi, tempat hewan mencari kehidupan dan tempat hewan mencari keamanan. Akan tetapi, sekarang sedang marak kebakaran hutan yang menyebabkan punahnya keragaman hayati. Mirisnya, hewan-hewan yang seharusnya di lestarikan malah di kebumikan karena tidak bisa menyelamatkan diri dari kebakaran hutan dan bencana alam.

Tidak ada hutan, tidak ada pohon, tidak ada udara bersih. Karena udara bersih berasal dari hutan yang hijau, pegunungan dan sungai. Pada tempat-tempat tersebut mengandung ion negative yang sangat baik untuk tubuh. Udara yang baik untuk di hirup adalah udara yang bersih dan segar.

Sayangnya, kualitas udara yang ada di sekitar kita kian menurun akibat pencemaran udara. Pencemaran udara terjadi karena berbagai macam hal, seperti: limbah industri, limbah rumah tangga dan asap kendaraan.

 Maka tak heran apabila di kota-kota besar kualitas udaranya tidak sebagus udara yang berada di desa, dengan alasan di perkampungan masih banyak pohon-pohon yang tumbuh menjulang tinggi dan hijau, selain itu jumlah kendaraan juga tidak terlalu banyak. Sehingga tidak mengeluarkan banyak asap yang membuat udara tercemar.

Sedangkan di kota-kota besar, pepohonan sudah berubah menjadi gedung-gedung yang menjulang tinggi, asap kendaraan bertebaran di mana-mana. Hal tersebut yang membuat kualitas udara di kota tidak sesegar udara yang berada di desa.

Pencemaran udara menimbulkan dampak buruk bagi manusia, seperti mengalami penyakit paru-paru atau yang lebih sering yaitu mengalami permasalahan pada saluran pernafasan manusia. Bencana alam yang terjadi saat ini karena ulah manusia sebagai penghuninya yang tidak bisa bijak dalam menjaga alam. Mereka hanya menikmati manisnya saja, jika sudah rusak tak mau bertanggung jawab dan membiarkannya begitu saja.

Di tengah krisis permasalahan lingkungan yang melanda bumi ini harusnya membuat masyarakat sadar atas apa yang telah diperbuatnya. Namun, harapannya sangat tipis. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan kalau manusia selaku penghuni alam semesta menjaga dan mengindahkan alam.

Agar bencana alam tidak terjadi lagi, kita sebagai manusia yang hidup di muka bumi dan bisa menikmati kekayaan alam harusnya melestarikan lingkungan.

(Firda Umamy adalah Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Peradaban, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita