Senin, 03/02/2020, 08:27:57
Habib Lutfi: Pentingnya Menjaga Ahklak dan Adab
LAPORAN NINO MOEBI

Maulana Habib Litfi yang juga Dewan Pertimbangan Presiden saat tausiah Maulid Akbar di Lapangan Tegal Selatan, Kota Tegal. (Foto: Nino)

PanturaNews (Tegal) - Meski dibawah gerimis, ratusan jamaah dan warga yang mengikuti Maulid Akbar sejak pagi hingga siang, tak beranjak meninggalkan Lapangan Tegal Selatan, Kota Tegal, Jawa Tengah, mendengarkan tausiah Maulana Habib Litfi, Minggu 2 Pebruari 2020.

Tokoh kharismatik asal Pekalongan yang juga Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres), Maulana Habib Litfi bin Yahya bin Ali, tiba di lokasi acara sekitar pukul 12.25 WIB disambut oleh Khodimul Maulid, KH Habib Ali Zaenal Abidin, SE, MM, Camat Tegal Selatan, Budi Saptaji, S.STP, MM, Kapolsek Tegal Selatan Kompol Juharno dan Danramil Tegal Selatan Kapten Infantri Ady Sulistio.

Habib Luthfi Bin Yahya bin Ali, Rais Aam Idaroh Aliyah Jamiyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN), dalam tauziahnya mengangkat pentingnya menjaga ahklak dan adab.

"Innallaha wa malaikatahu yusholluna 'alan nabi. Ya ayyuhalladziina amanu shollu 'alaihi wa salamu taslima."

Artinya, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (memuji dan berdoa) ke atas Nabi (Muhammad SAW). Wahai orang-orang yang beriman bershalawatlah kamu ke atasnya serta ucapkanlah salam dengan penghormatan kepadanya" (QS Al-Ahzab: 56)

Menurut Habib Lutfi, maknanya sholawat itu bukan Allah membaca sholawat, tetapi maknanya Allah memberikan rahkmat. Rahkmat yang diberikan kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW tidak sama dengan rahkmat yang diberikan kepada para aulia wal mursalin sebelumnya kanjeng Nabi Muhmmad.

Allah menciptakan Nabi Muhammad atas segalanya rahkmatnya Allah. Allah tidak hanya menjaga basyariyah Nabi Muhammad saja, bahkan namanya Nabi Muhammad dijaga oleh Allah ta ala.

Jangan engkau memanggil kepada kekasihku Nabi Muhammad SAW, sebagaimana engkau memanggil sesamamu.

"Allah memberikan contoh. Jadi nilai ahklak dan adab itu dicontohkan langsung oleh Allah. Pangkat Nabi Muhammad  seperti memanggil dengan sebutan ya sid, ya musambi, ya mudzafir, ya ayuhal Rosul, ya ayuhal nabi. Itulah pangkat panggilan Nabi Mihammad, bukan dengan memanggil hanya ya Muhammad. Panggilan itu nilai segi adab dan ahklak mengangkat martabat dan budaya," tutur Dewan Presiden Habib Lutfi.

Menyebut atau memanggil dengan ahklak dan adab kalau diterapkan dikehidupan lingkungan kita itu akan memberikan dampak yang positif, bisa mengangkat wibawa lingkungan dan mengangkat wibawa yang memanggil.

Habib Lutfi mencontohkan, ada Ketua RT usianya masih muda tapi sudah dipercaya dan penghargaan oleh lingkungan dan masyarakatnya. Kita mestinya memanggil dengan sebutan Pak RT atau Pak Camat, Pak Kapolres, Pak Dandim, Pak Walikota, Pak Gubernur, Pak Menteri, Pak Presiden meskipun usia beliau masih muda, tapi beliau mendapat kepercayaan dari masyarakat, dari bangsa, dari umat.

"Beliau-beliau menjadi pagar-pagar kesatuan persatuan, pagar-pagar pertahanan nasional. Gampangnya orang ngomong, terus kalau bukan kita yang menghormati terus siapa lagi," tanya Habib Lutfi.

"Umat islam khususnya, bangsa Indonesia pada umumnya, melihat dengan kaca mata utuh polisinya, tentaranya, pegawai sipilnya dan sebagainya kita angkat. Itu bagian mengisi kewibawaan pertahanan nasional yang akan dinilai dari pihak dalam maupun luar oleh orang atau oknum-oknum manusia yang akan memecahbelah umat maupun bangsa takut karena kewibawaan kita mendukung dan memperkokoh ketahanan nasional," tegas Habib Lutfi yang akrab dipanggil Abah.

"Acara Maulid Akbar, Tegal Bersholawat sebelumnya dilakukan kirab merah putih, bersama 18 anak dikhitan massal diiringi drumband dan hiburan Hadroh La Munsyidin Pekalongan, dilanjutkan dengan Pengajian Umum," terang Habib Ali.

Sebelumnya sempat hadir Walikota Tegal, H Dedy Yon Supriono memberikan sambutan beberapa menit, dan langsung meninggalkan acara.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita