Jumat, 31/01/2020, 11:13:59
Dewi Aryani: Pemkab Harus Tanggap Soal Data Warga Miskin
LAPORAN SL. GAHARU

Dewi Aryani melaporkan kondisi warga miskin yang belum mendapatkan bantuan program pemerintah, seperti Mbah Sa’udi yang tinggal di gubuk diatas lahan pemakaman selama 20 tahun. (Foto-Foto: Dok/detik.com)

PanturaNews (Brebes) - Atas temuan masyarakat miskin yang belum mendapatkan bantuan program pemerintah, Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dr. Hj. Dewi Aryani, MSi merespon dengan melaporkan kepada Bupati Brebes dan dinas terkait, agar cepat tanggap menangani.

Hasilnya, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Brebes, langsung meninjau kediaman Mbah Sa’udi (72), warga RT 2 RW 1 Desa Songgom Lor, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes yang selama 20 tahun menempati gubuk di atas lahan pemakaman desa setempat, Jumat 31 Januari 2020 sekitar pukul 09.00 WIB.

“Saya melaporkan kondisi Mbah Sa’udi ke bupati dan Dinsos untuk menangani,” ujar Dewi Aryani yang akrab disapa DeAr.

Dewi Aryani yang berangkat ke Senayan dari Dapil Jawa Tengah 9 (Kota/Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes) ini, meminta Pemkab Brebes tanggap dalam hal ini, dan segera melakukan penelusuran kenapa Mbah Sa’udi bisa terlewati tidak masuk dalam BDT penerima Bansos kesehatan maupun lainnya.

“Jangan sampai program bantuan untuk warga miskin dari pemerintah banyak yang tidak tepat sasaran. Ini baru 1 contoh kasus, ke depan akan kita telusuri bersama Dinsos, Dinkes dan dinas terkait lainnya, supaya warga miskin mendapat haknya dan warga mampu di cleansing saja datanya,” tegas DeAr.

Dikatakan Dewi Aryani, jika karena Mbah Sa’udi tidak punya KTP Elektronik sehingga tidak dapat bantuan PKH, RTLH, KIS dan persyaratan lainnya, dinas terkait harus membantu agar bisa mendapatkan bantuan program pemerintah.

“Pemerintah daerah harus membantu agar warga miskin mendapatkan haknya,” tandas Dewi Aryani.

Sebagaimana diberitakan detik.com Kamis 30 Januari 2020, Mbah Sa'udi (72) menempati sebuah gubuk tak layak huni di atas lahan makam desa sudah selama 20 tahun. Dia hanya mengandalkan pemasukan dari jual jasa pijat dan bersih-bersih makam warga.

Mbah Sa'udi tinggal di lahan Makam Depok di Desa Songgom Lor, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes. Gubuknya itu seluas 3x4 meter dari kayu yang dikelilingi plastik terpal. Bagian atap ditutup asbes, bekas sedangkan lantai rumah masih berupa tanah.

Tidak ada penerangan listrik saat hari gelap. Hanya ada satu lampu minyak sederhana yang dinyalakan pada malam hari. Sedangkan pada siang hari, jarang sekali ada kegiatan yang dilakukan di dalam gubuk, kecuali membuat makanan ala kadarnya. Selebihnya dia mencari kayu bakar atau keliling menawarkan jasa pijat.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita