Selasa, 28/01/2020, 21:47:20
DPRD Kota Tegal Hentikan Penebangan Pohon Taman Pancasila
LAPORAN NINO MOEBI

Ketua DPRD Kota Tegal bersama rombongan saat meninjau langsung minta penebangan pohon dihentikan untuk mencari jalan keluar yang baik. (Foto: Nino)

PanturaNews (Tegal) - Ketua DPRD Kota Tegal, Kusnendro ST menghentikan penebangan pohon di Taman Pancasila yang dilakukan oleh pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal, Jawa Tengah, Selasa 28 Januari 2020.

Kusnendro yang didampingi anggota DPRD lainnya, Sodik Gagang, Rachmat Rahardjo dan Moh. Sefrudin meninjau lokasi yang sedang berlangsung penebangan di taman depan stasiun kereta api Tegal.

"Pembongkaran dan penebangan pohon-pohon di Taman Pancasila, dihentikan terlebih dahulu sebelum kita duduk bersama untuk menyelesaikan sebuah persoalan," pinta Kusnendro.

Kepada sejumlah awak media, Kusnendro menjelaskan, hasil tinjauan lapangan terkait dengan program pembangunan Pemerintah Kota Tegal sepanjang Jalan Pancasila yang dimulai dari Taman Poci sampai depan BRI.

Menurutnya, dalam proses pembangunan tentunya diawali dengan sosialisasi lebih dulu, tapi ternyata ada miss komunikasi, sehingga terjadi proses awal yang kurang baik. Penebangan pohon yang ada di taman poci tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada para pedagang yang ada di taman, sehingga menimbulkan sedikit kerancuan di lapangan. Saat ini proses penebangan pohon sedang berjalan dan masih dalam proses pembersihan.

"Kita berharap penebangan pohon ini untuk dihentikan terlebih dahulu. Kita akan coba undang dari Pemerintah Kota Tegal yaitu dinas terkait yakni, Disperkim, Diskop UMKM Pedagangan, Dinas Lingkungan Hidup, Bappeda dan PDAM, karena ada harapan dari pedagang untuk relokasi sementara dalam proses pembangunan taman berjalan minta ditempatkan di bawah tower PDAM. Dan hasil diskusi akan menjadi kesepakatan bersama setelah pembangunan selesai, terus pedagang mau ditempatkan secara permanen dimana?," terang Kusnendro.

Ditegaskan, sebagai warga negara Indonesia dan warga Kota Tegal, dalam hal ini Pemerintah Kota Tegal selaku wakil dari pemerintah pusat, harus bisa mensejahterakan warganya. Dalam proses mensejahterakan ini, kalaupun para pedagang saat ini belum menempati sesuatu yang diijinkan, harusnya ada tempat yang sudah tertata secara baik sehingga pedagang dan pembeli merasa aman.

“Terlebih lagi adalah retribusi terhadap PAD Kota Tegal, bisa masuk secara transparan, artinya pedagang tercatat jumlahnya,” ujarnya.

Sementara Ketua Organisasi Pedagang Eks Taman Poci Kota Tegal (Orpeta), Edi Bongkar menyampaikan, poinnya setelah pembangunan selesai para pedagang akan ditempatkan secara permanen dimana? Tidak ada lagi status pedagang ilegal. Untuk sementara Orpeta mengusulkan buka lapak di bawah tower PDAM.

“Kami berharap pedagang dan Pemerintah Kota Tegal bisa ada kerjasama, duduk bersama mencari solusi yang baik,” pinta Edi Bongkar.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita