Selasa, 28/01/2020, 21:34:04
Siswa-Siswi SMP Negeri 2 Brebes Latihan Jurnalistik
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Siswa siswi SMP Negeri 2 Brebes antusias mengikuti pelatihan jurnalistik. (Foto: Takwo Heryanto)

PanturaNews (Brebes) -Dalam rangka mendorong kemampuan menulis di kalangan siswa dan siswinya, SMP Negeri 2 Brebes, Jawa Tengah, mengadakan pelatihan jurnalistik, Selasa 28 Januari 2020.

Pelatihan yang ditujukan bagi 60 siswa ini digelar di ruang serba guna dengan menghadirkan narasumber Kabid Komunikasi dan Kehumasan Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kabupaten Brebes, Lusiana Indira Isni, S.Sos, M.Ikom dan wartawan Suara Merdeka, Bayu Setiawan, ST.

Saat membuka pelatihan, Kepala SMP Negeri 2 Brebes, Murtadho, menyampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan dapat memberikan motovasi bagi siswa untuk menuangkan karya tulisnya. Bukan hanya berupa karya tulis yang serius, tapi bisa juga berupa puisi maupun karya-karya fiksi.

“Kalian tahu, salah satu perempuan terkaya di Inggris, JK Rowlings mendapatkan kekayaannya dari hasil menulis fiksi terkenal di dunia yakni serial Harry Potter. Saya harap nantinya anak-anak dapat mengahsilkan karya-karya yang mendunia seperti itu. Untuk itu, seraplah ilmu-ilmu dalam dunia tulis-menulis antara lain dari kegiatan semacam ini," ucapnya.

Sementara itu, Lusi membagikan pengalamannya yang telah akrab dengan dunia jurnalistik sejak duduk di bangku SMP. Dimana dia menjadi salah satu pengurus majalah dinding (mading), dan hingga kini masih sesekali mengirimkan tulisan di media massa.

“Ketrampilan menulis itu adalah hal yang perlu terus diasah dengan latihan. Caranya ya dengan banyak dan sering menulis. Bisa dengan mengisi mading, atau dikirimkan ke media massa. Terlebih SMP Negeri 2 Brebes ini telah memiliki media sendiri berupa majalah Prestasi Spendabes. Media ini harus dimanfaatkan sebagai ajang mengasah kemampuan siswa dalam dunia jurnalistik,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, seorang siswa bernama Alfiya bertanya bagaimana agar bisa menjadi penulis yang baik dan benar. Untuk itu Lusi memberikan tips yakni tulisan harus selalu berdasarkan fakta. Sebab, untuk tulisan fiksi pun membutuhkan riset sebelumnya. Kemudian kedua, adalah teruslah menulis.

“Ibarat berlian yang diasah dari bongkahan tanah, ketika terus diasah baru terlihat sisi mengkilapnya,” pungkasnya.

Selain memberikan motivasi, Lusi juga memberikan materi, antara lain berupa motivasi anak untuk gemar menulis, teori menulis berita, bahasa jurnalistik dan sekaligus praktik membuat berita. Bahkan memberikan hadiah bagi dua peserta dengan hasil tulisan terbaik.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita