Selasa, 28/01/2020, 13:35:55
Memanfaatkan Waktu dan Efektifitas
Oleh: Annisa Fitriana

MANUSIA adalah makhluk ciptaan Tuhan yang dilahirkan serta hidup di alam dunia. Makhluk yang bernama manusia diciptakan di dunia tidak hanya sekedar untuk hidup, seperti yang telah diucapkan dari tokoh muslim Buya Hamka bahwa; “Kalau hidup sekedar hidup, babi hutan pun hidup, kalau hidup hanya sekedar bekerja, kera pun bekerja”.

Dalam kitab suci Al-Quran menyebutkan, tujuan manusia diciptakan diantaranya adalah untuk menghambakan dirinya kepada Ilahi, serta menjadi khalifah (baca:pemimpin) di muka bumi. Selain tugasnya untuk mengambakan diri kepada sang Pencipta manusia, juga ditugaskan untuk menjadi pemimpin di muka bumi ini dalam pemanfatan sumber daya alam secara arif, serta bermasyarakat dengan harmonis.

Dalam Al-Quran juga disinggung pembahsan tentang waktu, misalnya dalam surat Al-Ashr surat ke 103 terdiri dari tiga ayat yang menerangkan tentang semua manusia berada dalam keadaan merugi, apabila dia tidak mengisi waktunya dengan perbuatan-perbuatan baik.

Waktu dapat dikatakan proses yang akan menghasilkan sesuatu, dimana dalam kehidupan ini jika pandai dalam memanfaatkan waktu dengan melakukan kegiatankegiatan yang produktif, tentu hasilnya akan berbeda dengan hanya melakukan kegiatan yang tidak bermanfaat, bermalas-malasan dan kurang produktif.

Manusia sebagai makhluk puncak tertinggi ciptaan Tuhan yang dianugerahi akal dan hati untuk berfikir yang membedakan dari makhluk lainnya. Sudah menjadi kewajiban bagi kita supaya mampu memanfaatkan akal dan hati untuk sesuatu yang bermanfaat bagi sesamanya. Untuk mencapai efektifitas dalam mengisi waktu, kita dapat menerapkan strategi dalam rangka memenuhi kewajiban-kewajiban sebagai manusia.

Latar belakang

Umumnya dilatarbelakangi oleh kita yang tidak menghargai waktu, padahal cenderung mengarah pada nihil (baca: tidak ada output yang menguntungkan), kita lihat saja Indonesia yang dinobatkan sebagai negara agraris. Tapi dalam kenyataanya rakyat Indonesia masih sulit dalam mendapatkan olahan hasil pertanian, karena faktor kelangkaan dan tingginya biaya.

Bisa juga dikarenakan output pendidikan yang masih kurang optimal dengan adanya fakta seperti diatas, sarjana pertanian sudah cukup banyak lulusanya, dan juga lembaga-lembaga yang menaungi terkait pertanian di Indonesia. Dapat digambarkan sarjana di Indonesia masih kurang efektif dalam memanfaatkan waktunya selama dalam masa perkuliahannya.

Hari ini akan menentukan untuk hari esok, begitupun seterusnya, jadi waktu sangat sensitif dalam menentukan masa depan yang gemilang atau terpuruk. Dalam buku Api Sejarah diceritakan tentang para pendiri bangsa Indonesia (baca: pejuang) melawan penjajah. Pejuang benar-benar memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.

Diriwayatkan para pemuda dikala itu sering mengisi waktu malam hari untuk berdiskusi tentang strategi, dan siang harinya untuk berperang secara fisik melawan penindas, dan hasilnya kita rasakan bangsa Indonesia sudah merdeka terlepas dari belenggu kolonialisme dan kita merasakan kemerdekaan ini. Kemerdekaan ini adalah amanah untuk kita dalam mengisi kemerdekaan serta melanjutkan perjuangan. Peran waktu yang optimal dalam pemanfaatanya dapat dirasakan kebahagiaanya.

Manajemen Waktu

Manajemen adalah cabang dari ilmu sosial yang tujuanya untuk mencapai efisien (baca: daya guna) dan ektif (baca: tepat guna). Manajemen dapat didefinisikan sebagai alat/strategi untuk mencapai tujuan.

Menurut R.W Morell dalam bukunya “Management: Ends and Means” menuturkan, arti manajemen adalah aktifitas organisasi yang terdiri dari penentuan tujuan/sasaran suatu organisasi, dan penentuan darana untuk mencapai tujuan secara efektif dengan rumus POACE (Planning, Organizing, Actuating, Controling dan Evaluating). Jelaslah bahwa manajemen suatu sarana untuk mencapai tujuan dengan efektif dan efisien.

Manajemen waktu sangat dibutuhkan untuk mencapai sasaran yang dicitacitakan, manajeman sebagai alat bisa dimanfaattkn untuk memanfaatkan waktu dengan efektif supaya optimal dalam hasilnya. Seorang siswa, mahasiswa akan sukses jika mampu mengisi waktunya dengan kegiatan belajar yang terus-menerus.

Semangat membaca buku yang tinggi serta kreatif dalam keseharianya, tentu akan dengan mudah dalam menggapai cita-citanya. Seorang salesmen, guru, petani, pedangan yang mampu mengisi waktunya dengan semangat kerja yang tinggi, produktif tentu hasilnya juga maksimal.

Strategi POACE

Taktik adalah bagian dari stategi, dalam manajemen waktu dibutukan taktik/strategi yang efektif agar dengan mudah merealisasikan manajemen yang kondusif serata efektif. Dalam menerapkan strategi dalam manajemen waktu dibutuhkan keuletan dan ketekunan agar berkelanjutan dalam menerapkanya.

Dengan adanya perencanaan waktu yang teratur, pengorganisasian diri terhadap waktu, pelaksaaan menerapkan perencanaan yang sudah dibuat dan diagendakan, pengawsan dalam analisa waktu yang dijalani serata evalusai untuk mengkoreksi sudah sejauh mana dalam memanfaatkan waktu.

Hal ini bisa dibuat dalam table buku,memo, atau jurnal pribadi yang berisikan kolom target yang akan di capai dalam waktu harian, mingguan, bulanan dan tahunan, serta kolom hasil capaian dan kolom evaluasi. Dengan cara seperti ini dirasa cukup efektif dalam memanfaatkan waktu secara optmial menuju hasil/out put yang maksimal.

(Annisa Fitriana adalah Mahasiswi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita