Selasa, 28/01/2020, 13:33:27
Mewujudkan Masyarakat Anti Hoaks
Oleh: Amelia Yuliyanti

AKHIR-AKHIR ini Indonesia tengah digemparkan oleh berita hoaks. Sebenarnya berita hoaks bukanlah sesuatu yang baru bahkan telah ada sebelum era internet dimulai, karena hoaks diperkirakan pertama kali muncul pada tahun 1808. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) makna kata hoaks adalah berita bohong. Yang dimaksud disini adalah berita atau informasi yang sesunnguhnya tidak benar terjadi, namun seolah-olah benar adanya.

Adapun asal kata hoax diyakini ada sejak ratusan tahun sebelumnya, yakni hocus dari mantra hocus pocus. Frasa yang kerap disebut oleh pesulap, serupa dengan sim salabim.

Pada saat ini penyebaran berita hoaks sangatlah cepat, baik itu melalui media sosial berupa grup pada aplikasi seperti WhatsApp, Facebook atau bahkan ada pula berita hoaks yang penyebarannya secara langsung. Untuk penyebaran berita hoaks melalui media online ini juga dapat membahayakan kehidupan masyarakat dan dapat merusak kehidupan demokrasi suatu negara.

Berita hoaks pada media online memang kerap terjadi bahkan berdasarkan data sebanyak 800.000 berita hoaks tersebar di internet. Mengutip dari laman Kominfo.go.id berita ini terjadi selama kurun waktu Januari hingga Juli 2017, bahkan Kementerian Kominfo telah memblokir 6.000 situs yang menyebarkan hoaks.

"Kalau dilihat grafisnya, penyebaran ujaran kebencian, fitnah dan hoax paling tinggi pada Januari kemarin," ujar Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Samuel Abrijani Pangerapan. (Kominfo 2018).

Berita hoaks yang sering muncul di internet biasanya memiliki tujuan untuk menyebarkan kepanikan dan ketakutan massal. Hal ini merupakan kegiatan yang dilakukan oleh sejumlah oknum yang tidak bertanggung jawab. Berita hoaks pun berbagai macam jenisnya. Berikut contoh jenis berita hoaks yang perlu kita waspadai, diantaranya:

Berita hoaks pesan berantai, merupakan pesan yang dibagikan melalui media sosial jika Anda pengguna aktif aplikasi WhatsApp, Facebook maka kerap menjumpai berita hoaks macam ini. Sebenarnya jenis berita ini sudah ada dari dulu bahkan ketika masih sering mengunakan layanan SMS juga telah beredar berita yang dalam isinya si pengirim meminta pesan tersebiut dibagikan kepada orang lain, jika tidak maka akan terjadi sesuatu pada penerima.

Selain itu ada hoaks yang berupa hadiah gratis. Berita hoaks ini biasanya berupa pesan singkat dengan menggunakan nama dari suatu perusahan yang dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, biasanya para korban disuruh untuk mengirimkan beberapa nominal uang supaya hadiahnya dapat diambil.

Dalam pesan singkat tersebut kerap diberi link yang nantinya korban mengisi bebarapa kuisioner dengan mencantumkan data pribadi seperti alamat surel dan lainnya. Dampak negatif akan semakin besar apabila si korban tidak sengaja menggunakan surel kantor atau surel utama untuk mendaftarkan diri di survei tersebut, maka iklan dipastikan mengalir deras dan susah untuk dihentikan.

Kemudian jenis Misleading Content atau konten menyesatkan adalah informasi untuk membingkai suatu isu atau pihak. Berita hoaks ini berupa konten yang memanfaatkan berita asli dan diedit oleh pelaku menjadi suatu berita yang baru, namun menghilanglan konteks asli dari berita.

Hoaks ini kerap terjadi saat ada kerusuhan-kerusuhan atau demo, biasanya akan beredar foto atau video yang mengatasnamakan korban. Padahal korban tersebut dari kejadian yang berbeda dan padahal realitanya foto dan video yang beredar merupakan berita dari kejadian lain dan tidak berhubungan.

Bahkan baru-baru ini masyarakat Indonesia tengah dihebohkan dengan kemunculan Kerajaan Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah (Jateng), kerajaan tersebut memiliki pengikut yang pada saat ini belum diketahui secara pasti jumlahnya. Pengikut ini percaya pada pelaku lantaran mereka ingin dipandang lebih dan dihargai.

Adanya status kerajaan dinilai semakin menguatkan kepercayaan para pengikut dan dinilai bisa memenuhi ilusi soal kebesaran itu. Tak heran jika warga rela membayar sejumlah uang agar bisa menjadi bagian Keraton Agung Sejagat. Namun, saat ini pelaku telah ditangkap oleh pihak yang berwajib, sebab telah menyebarkan berita hoaks kepada masyarakat.

Dengan adanya beberapa jenis berita hoaks tersebut tentunya kita harus pandai-pandai dalam mengevaluasi informasi. Evaluasi informasi sendiri merupakan suatu proses kegiatan menentukan nilai mengenai isi dari informasi yang disampaikan.

Selain dengan mengevaluasi kita perlu mengecek kebenaran informasi apakah informasi tersebut memang fakta atau sekadar berita hoaks. Cara mengecek berita asli atau hoaks dapat dilakukan dengan cara memverifikasi sumber, kita bisa mencari berita yang terkait di google dengan tema yang sama dan diimbuhi kata atau Anda juga dapat memverifikasi berita melalui situs berita yang sudah terpercaya.dalam

Selain itu literasi media juga diperlukan, karena media membuat masyarakat berpikir kritis dalam segala hal. Selain itu dengan peka terhadap media masa maka masyarakat tidak akan tertinggal dari informasi-informasi, tak hanya itu tentu juga dapat menambah pengetahuan serta mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas intelektual masyarakat itu sendiri. Sehingga hal ini tidak mudah membuat masyarakat terhasut terhadap suatu berita.

Jadi, dalam memilah berita sangat diperlukan literasi media yang cukup dapat berupa peka terhadap media masa, lalu berpikir kritis juga sangat diperlukan dalam proses penerimaan informasi, kemudian jika dirasa informasi tersebut kurang logis maka lakukanlah verifikasi sumber dapat melalui google atau aplikasi.

Mari mewujudkan masyarakat Indonesia anti hoaks dengan membekali diri, karena mahir dalam menggunakan gawai saja tak cukup jika tidak diimbangi dengan hal-hal demikian.

(Amelia Yuliyanti adalah Mahasiswi Pendidikan Bahasa Indonesia di Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita