Selasa, 28/01/2020, 13:31:38
Bahasa Indonesia, Bahasa Unggah-Ungguh Kita
Oleh: Irgi Setyawan

DEWASA ini penggunaan bahasa Indonesia di kalangan remaja semakin menurun, pemuda merupakan generasi yang akan mengambil alih tongkat kemajuan bangsa kita. Memang sudah semestinya sebagai anak bangsa harus bangga dengan bahasa Indonesia, karena bahasa Indonesia adalah bahasa pemersatu.

Kurangnya minat remaja menggunakan bahasa Indonesia masih menjadi permasalahan bangsa kita. Sehingga penggunaan bahasa yang sesuai dengan kaidah kebahasaan tidak dimengerti oleh para generasi muda.

Bahasa Indonesia merupakan unggah-ungguh kita, kalaupun kita tidak bisa menggunakan bahasa daerah ketika sedang berbicara dengan orang lain yang bahasanya berbeda atau berbicara dengan orang yang lebih tua.

Kita bisa menggunakan bahasa nasional kita yaitu bahasa Indonesia, karena akan lebih mudah untuk berkomunikasi dengan lawan bicara kita. Unggah-ungguh menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia mempunyai makna tata krama atau sopan santun.

Bangsa kita memang terkenal dengan keramahan masyarakatnya, bahasa Indonesia merupakan salah satu ciri yang menandakan bangsa kita menjunjung tinggi tata krama terhadap sesama. Begitu juga dengan para remaja sebagai generasi penerus bangsa ketika berbicara dengan orang lain menggunakan bahasa Indonesia akan menimbulkan kesan yang sangat baik tentunya, kita lebih bisa dianggap sebagi pemuda yang memiliki tata krama dan sopan santun.

Remaja pada saat ini kebanyakan telah mencampuradukkan bahasa Indonesia dengan bahasa asing, bahasa Jawa, dan bahasa gaul yang timbul seiring perkembangan jaman. Memang boleh-boleh saja tetapi jangan sampai bahasa yang merupakan unggah ungguh sungguh kita semakin terpinggirkan.

Tetapi jangan sampai melupakan bahasa pemersatu kita, padahal sudah sewajarnya sebagai generasi muda melestarikan bahasa Indonesia, bagaimana Indonesia mau maju dan bersaing dengan bangsa-bangsa lain sedangkan pemudanya saja tidak mau melestarikan bahasa Indonesia.

faktor yang mempengaruhi remaja tidak menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Faktor eksternal dan internal, faktor eksternal merupakan pengaruh-pengaruh lingkungan, orang tua, dan masyarakat sekitar.

Orang tua biasanya sejak awal menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh anak sehingga bahasa Indonesia kurang begitu dominan hal ini juga mempengaruhi kebiasaan anak dalam menggunakan bahasa Indonesia.

Faktor lingkungan dan masyarakat sekitar juga sangat mempengaruhi, karena banyak remaja yang hidup di desa dan sudah terbiasa menggunakan bahasa daerah hal ini juga dapat kurang kesadarannya menggunakan bahasa Indonesia.

Faktor internal berasal dari orang itu sendiri, karena jika memang sudah mempunyai kesadaran menggunakan bahasa Indonesia, terlepas dengan tidak melupakan bahasa daerah. Pastinya akan terbiasa menggunakannya, sebagian orang juga beranggapan jika menggunakan bahasa Indonesia terkesan sok. Hal ini menjadikan minat remaja itu sendiri menjadi kurang dalam menggunakan bahasa Indonesia.

Sebagai generasi muda sudah sewajarnya melestarikan bahasa Indonesia dengan cara membiasakan diri berbicara dengan siapa saja. Hilangkan rasa malu ataupun gengsi karena bahasa Indonesia merupakan salah satu ciri dari keramahan bangsa kita.

(Irgi Setyawan adalah Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Peradaban di Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita