Minggu, 26/01/2020, 22:00:03
Nyanyi dan Baca Puisi Dengan Bahasa Isyarat Jadi Perhatian di CFD
LAPORAN NINO MOEBI

Teman-Teman Tuli beraksi nyanyi dan baca puisi pada Car Free Day di Alun-Alun Kota Tegal. (Foto: Nino)

PanturaNews (Tegal) - Persembahan lagu dan baca puisi dengan bahasa isyarat yang dibawakan oleh Teman-Teman Tuli Tegal, menjadi perhatian masyarakat pada Car Free Day (CFD) di Alun-Alun Kota Tegal, Jawa Tengah, Minggu 26 Januari 2020.

Lukmanul Nur Haqim bersama beberapa teman tuli lainnya, mendapat perhatian saat membawakan lagu dan baca puisi di acara car free day. Kegiatan tersebut diprakarsai oleh Tim Bisindo Tegal, Sotmiracle, Homeschooling abc'd di Tegal dan DTB (Disabilitas Tegal Bahari) dalam rangka memperingati Hari Tuli Nasional yang jatuh setiap tanggal 11 Januari, dengan tema, Pentingnya Bahasa Isyarat untuk semua.

Teman-teman Tuli Tegal ingin menyampaikan harapan dari penetapan Hari Tuli Nasional dengan memberi semangat kepada teman-teman Tuli seluruh Indonesia, serta ingin dapat berprestasi dan menjadi inspirasi bagi yang lain.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 06.00 hingga pukul 08.30 WIB, juga memberikan pelatihan bahasa isyarat untuk masyarakat umum yang ingin mempelajari.

Menurut teman-teman Tuli yang telah bergabung dalam Tim Bisindo, sebenarnya minat masyarakat Kota Tegal untuk peduli terhadap Tuli cukup tinggi. Hanya saja akses untuk belajar bahasa isyarat sangat terbatas, sehingga sulit untuk melakukan komunikasi langsung dengan teman-teman Tuli.

Mahasiswa Tuli selaku Panitia dari Tim Bisindo, Yusrina mengatakan teman-teman Tuli seringkali mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dengan masyarakat umum.

"Contohnya ketika di Apotek, saya kesulitan memahami penjelasan karyawan," ungkap Yusrina.

Yusrina menambahkan, tujuan diadakannya kegiatan ini adalah agar semakin banyak masyarakat bisa mempelajari dan menerima keberadaan bahasa isyarat, dengan tidak melihat bahasa isyarat sebagai hal yang aneh.

"Diharapkan masyarakat juga dapat memahami kondisi teman Tuli, agar terdapat kesetaraan teman Tuli dengan teman Dengar atau masyarakat umum," pungkas Yusrina.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita