Minggu, 26/01/2020, 02:50:30
Dampak Tekanan dan Pemaksaan Terhadap Anak
Oleh: Ajeng Tiara Sekar Saputri

SEMUA orang tua selalu menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Mereka menginginkan anaknya berhasil dan sukses di masa depannya.

Maka dari itu banyak orang tua yang selalu memaksa anak untuk mengikuti semua keinginannya, supaya anak mendapatkan yang terbaik. Tapi hal tersebut bukanlah cara yang tepat. Anak-anak berbeda dengan orang dewasa. Dari fisik dan psikologis, anak belum bisa sekuat orang dewasa pada umumnya.

Pemaksaan yang dilakukan kepada anak dapat mengakibatkan tekanan-tekanan pada diri anak. Bila mana hal tersebut dilakukan terus menerus maka hal yang ditakutkan adalah sang anak mengalami depresi.

Misalnya dari pagi sampai sore sang anak sudah melalukan kegiatan belajar di sekolahnya, kemudian setelah pulang sekolah orang tua memaksa anak untuk mengikuti les sampai malam. Setelah pulang les anak di paksa untuk belajar kembali.

Memang betul kegiatan belajar sangatlah baik. Tapi bukankah anak juga butuh istirahat dan anak juga butuh waktu untuk bermain. Karena pada anak bermain juga sangat perlu dibutuhkan supaya menghilangkan kejenuhan dan dapat merilekskan pikirannya.

Orang tua selalu melakukan hal-hal yang baik demi masa depan sang anak. Akan tetapi lebih baiknya apabila hal tersebut tidak dilakukan secara berlebihan. Karena pemaksaan dan tekanan yang dilakukan pada anak dapat mengakibatkan depresi pada anak.

Sebaiknya sebagai orang tua kita dapat memahami apa yang diinginkan oleh anak. Anak juga mempunyai hak untuk menetukan keinginannya. Peran orang tua yang terpenting adalah mengarahkan anak menuju yang lebih baik. Sebenarnya tingkat pemahaman anak akan berjalan seiring berjalannya waktu.

Sebagai orang tua kita harus bersabar jangan memaksa anak harus bisa melakukan sesuatu yang belum tepat dengan usianya. Misalnya usia taman kanak-kanak yang biasanya masih di ajarkan untuk latihan menulis dan membaca, orang tua memaksa mereka untuk bisa berhitung perkalian.

Hal tersebut mungkin bisa dilakukan oleh beberapa anak. Tapi tidak semua anak dapat memahami hal tersebut dengan baik. Karena kembali lagi keawal, pemahaman pada anak akan berkembang seiring berjalannya waktu. Seiring berjalannya waktu, anak pasti akan bisa melakukan semua hal yang diinginkan orang tua.

Masa depan, keberhasilan dan kesuksesan anak juga tergantung yang dilakukan oleh orang tua. Orang tua selalu memberikan yang terbaik demi anaknya untuk menjadi orang yang berhasil. Tetapi disini anak juga mempunyai hak untuk memilih apa saja yang di inginkan.

Untuk menghindari tekanan yang mengakibatkan depresi pada anak sebaiknya orang tua dan anak saling melakukan komunikasi yang baik. Supaya semua hal yang dilakukan dapat berjalan dengan baik tanpa adanya tekanan ataupun pemaksaan.

(Ajeng Tiara Sekar Saputri adalah Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita