Kamis, 23/01/2020, 16:46:29
Program Jakwir Desa untuk Cegah Pelanggaran Hukum
LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Brebes Jawa Tengah, melakukan penerangan hukum Jaksa Wira Wiri (Jakwir) Desa, di Pendopo 2 Bumiayu (Foto - Foto: Zaenal Muttaqin) 

PanturaNews (Brebes) - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Brebes Jawa Tengah, melakukan penerangan hukum Jaksa Wira Wiri (Jakwir) Desa, di Pendopo 2 Bumiayu, Kamis 23 Januari 2020. Jakwir Desa merupakan salah satu program Kejari Brebes untuk mencegah terjadinya pelanggaran hukum di desa-desa.

Kasi Intel Kejari Brebes, DR Hardyansyah mengatakan, Jakwir merupakan program untuk merubah paradikma bahwa Jaksa itu menakutkan, tapi menjadi Jaksa itu patner bagi pemerintah desa dalam membangun desa.

"Paradikma yang keliru selama ini harus kita ubah, bahwa Jaksa sekarang itu patner dalam bekerja," katanya.

Melalui kerjasama dalam program Jakwir ini, akan diupayakan adanya inovasi dari desa-desa dalam membangun dan menyejahterakan masyarakat. Pelanggaran hukum diupayakan untuk tidak terjadi, melalui bimbingan dan dorongan serta komunikasi yang baik.

"Membangun komunikasi yang baik agar nantinya tidak terjadi pelanggaran, atau juga melakukan komunikasi untuk dapat mencegah atau perbaikan terhadap pelanggaran," terang Hardyansyah.

Diungkapkan, sesuai perintah Kejaksaan Agung agar melakukan langkah-langkah preventif agar tidak terjadi pelanggaran hukum. Prestasi sekarang itu tidak berdasarkan pada banyaknya pelanggaran yang ditangani, tapi justru sedikit atau bahkan tidak adanya pelanggaran hukum.

"Jadi sekarang yang berprestasi itu bukan yang banyak perkara yang ditangani, tapi menurunnya korupsi atau pelanggaran terhadap hukum," terang Hardyansyah.

Melalui Jakwir ini, Kejaksaan akan terus menggiatkan informasi dan inovasi ke desa-desa bahkan dor to dor, agar benar-benar tidak ada pelanggaran. Diharapkan dengan tidak adanya pelanggaran maka desa akan semakin maju.

"Jadi melalui Jakwir ini diantaranya untuk mengawal desa agar pembangunan berjalan dengan baik dan pemanfaatan Dana Desa menjadi lebih maksimal untuk kesejahteraan masyarakat," tegas Hardyansyah.

Sementara itu, Kasi Pidana Umum Kejari Brebes, Sunarto mengatakan, langkah dor to dor melalui Jakwir lebih bertujuan untuk pencegahan terjadinya pelanggaran. Terutama dalam penggunaan anggaran Dana Desa tidak ada yang tersandung masalah.

"Kita itu ingin sedapat mungkin tidak ada lagi pelanggaran hukum," katanya.

Meski begitu jika segala upaya pencegahan telah dilakukan, dan masih terjadi pelanggaran, maka Kejaksaan tetap akan bertindak dan memprosesnya.

"Upaya pencegahan kita lakukan, komunikasi juga sudah ada, tapi tetap melanggar, maka hukum juga tetap akan ditegakkan," tegas Sunarto.

Kegiatan penerangan hukum Jakwir Desa diikuti para Camat dan Kepala Desa di wilayah selatan meliputi Kecamatan Bumiayu, Sirampog, Paguyangan, Tonjong, Bantarkawung dan Salem, para tokoh agama erta tokoh masyarakat.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita