Jumat, 17/01/2020, 17:46:26
Memasuki Usia 342 Tahun, Brebes Menjadi Semakin Mulya
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Bupati Brebes, Hj Idza Priyanti mengungkap keberhasilan pembangunan di Hari Jadi ke 342 tahun Kabupaten Brebes. (Foto: Dok/Takwo)

PanturaNews (Brebes) - Memasuki usia 342 tahun pada 18 Januari 2020, Kabupaten Brebes makin Mulya. Terbukti, banyak yang terkesima dengan penampilan Brebes yang makin berkembang dan maju di berbagai sisi.

Apalagi dengan ditetapkannya Kabupaten Brebes sebagai Kawasan Industri Brebes (KIB), dan Kawasan Peruntukan Industri Brebes (KPIB) mulai tahun 2020.

“Alhamdulillah di paruh pertama dari periode kedua kepemimpinan Idza-Narjo, Brebes makin Mulya. Apalagi dengan kehadiran KIB dan KPIB,” ujar Bupati Brebes, Hj Idza Priyanti SE MH saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat 17 Januari 2020.

Menurut Idza, data BPS menunjukkan angka kemiskinan Kabupaten Brebes tahun 2019 berada di angka 16,22 persen. Angka ini turun dari tahun sebelumnya yakni 17,17 persen.

“Insya Allah di tahun 2020 angka kemiskinan akan turun lagi,” ujar Idza optimis.

Terlebih Presiden Jokowi telah menetapkan Kabupten Brebes sebagai salah satu kawasan industri nasional, melalui Kawasan Industri Brebes dan Kawasan Peruntukan Industri Brebes pada November 2019 lalu. Direncanakan, kawasan industri akan terbentang dari kecamatan Losari, Tanjung hingga Bulakamba.

“Selain itu, sebuah kebanggaan bagi kita semua, bahwa produk pasta bawang dari Brebes sudah mulai memasuki pasar ekspor. Terbukti, beberapa waktu lalu telah dilakukan ekspor perdana ke Arab Saudi. Keberadaan kawasan industri dan kemajuan di bidang perekonomian, adalah upaya kita mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah sebesar 7% pada 2023 nanti,” tuturnya.

Brebes tidak hanya dilirik para investor, lanjut Idza, tapi para investor sudah menambatkan hatinya dengan bukti menanamkan investasi dengan nilai yang sangat tinggi. Terhitung hingga akhir Desember 2019, sebanyak 24 investor yang telah mendirikan pabrik di Kabupaten Brebes. Dan akan terus berkembang, karena yang masih dalam proses perijinan sebanyak 12 perusahaan.

Lebih lanjut dikatakan, kehadiran KIB dan KPIB selain membuka kran investasi seluas-luasnya juga ada peran dari pemerintah pusat dan provinsi. Yakni dengan dipenuhinya berbagai sarana dan prasarana penunjang KIB dan KPIB.

Seperti penyelesaian jalan lingkar utara (jalingkut) Wanasari-Kota Tegal, dan nantinya dilanjutkan jalingkut Wanasari-Losari. Juga pembangunan bendungan karet di empat sungai, yakni Kali Pemali, Kali Kabuyutan, Kali Cisanggarung dan Kali Babakan. Selain itu juga akan ditunjang dengan Pembuatan Balai Latihan Kerja dan Pembangunan Politeknik Vokasi.

“Untuk mengatasi terjadinya rob dan abrasi, akan dibangun tanggul penahan rob dan abrasi di sepanjang pesisir pantai Brebes, Wanasari, Bulakamba, Tanjung dan Losari,” ungkap Idza.

Selain itu, kata Idza, dilakukan revitalisasi Waduk Malahayu Banjarharjo dan Waduk Penjalin Paguyangan yang telah mengalami pendangkalan. Mengingat sejak dibangunnya waduk tersebut belum pernah dilakukan pengerukan. Dengan normalisasi waduk maka kebutuhan air bagi petani akan terpenuhi dan lahan hijau akan tetap lestari meski sektor industri hadir di Brebes.

“Hal yang baru adalah pembangunan jalan Tol Brebes-Cilacap, dan pembangunan Waduk Bantarkawung yang mampu menampung air hingga lebih kurang 1 milyar kubik,” kata Idza.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita