Rabu, 15/01/2020, 15:00:13
Dari Luka Menjadi Sebuah Karya Sastra
Oleh: Nurhichmah

APA sih yang dimaksud dengan karya sastra? 

Sastra berasal dari bahasa sansekerta yaitu susastra, su artinya baik atau lidah dan sastra artinya tulisan. Jadi susastra artinya tulisan yang Indah, tapi bukan bentuk tulisannya yang Indah seperti kaligrafi.

Yang dimaksud adalah isi kata-katanya yang Indah, dan menggugah hati pembaca sehingga emosi pembaca larut dalam tulisan yang dibacanya. Karya sastra yaitu ciptaan yang disampaikan dengan komunikatif tentang maksud penulis untuk tujuan estetika.

Karya-karya ini sering menceritakan sebuah kisah dalam sudut pandang orang ketiga maupun orang pertama, dengan plot dan melalui penggunaan berbagai perangkat sastra yang terkait dengan waktu mereka. Karya sastra adalah karya rekaan penulis berdasarkan sudut pandang nya, pengalamannya, wawasan ilmu pengetahuannya, apa yang dilihatnya dan suasana hatinya. Jadi karya sastra yaitu karya imajinasi penulis yang dituangkan dalam bentuk tulisan.

Jenis-jenis karya sastra antara lain ada puisi, cerpen, dongeng, novel, pantun, roman, naskah drama dan legenda. Puisi adalah karya sastra yng terikat oleh bait dan larik, kata-katanya singkat tetapi terbungkus oleh gaya bahasa, baik yang klise ataupun yang tidak klise. Tetapi dlam puisi modern tidk terkait dengan banyaknya bait maupun bnyaknya larik dalam satu bait, bahkan kata-katanya lebih singkat dan terbungkus. Penulis puisi tersebut juga penyair, penyair yang terkenal adalah Chairil Anwar dan Taufiq Ismail dn masih banyak penyair lainnya.

Cerpen adalah singkatan dari cerita pendek, sesuai dengan namanya cerpen biasanya terdiri dari 2-5 halaman berukuran F4 cerpen hanya menceritakan kejadian yang berkesan saja yang menimpa tokoh cerita utama tetapi ada juga cerpen yang panjang. Biasanya cerpen menuliskan kisah Cinta ataupun kisah persahabatan. Tetapi pada umumnya cerpen lebih pendek dari novel.

Dongeng adalah cerita lama yang biasanya tidak di ketahui pengarang nyaalias anonim, di ceritakan dari mulut ke mulut. Walaupun sekarang sudah di kumpulkan dalam bentuk tulisan. Pada jaman dulu sudah suatu kelajiman bila orang tua mendongeng untuk menidurkan anaknya. Namun sekarang sudah tidak ada lagi orang tua yang mendongeng untuk anak nya.

Pantun adalah puisi lama yang berasal dari daerah Melayu Sumatera, pantun terikat oleh barisan dan sajak pada tiap barisnya, dengan rumus abab. Pada baris pertama dan kedua merupakan sampiran sedangkan baris ketiga dan keempat adalah isi. Sedangkan novel adalah karya sastra yang berbentuk cerita rekaan yang mengisahkan hidup seseorang yang dianggap berkesan.

Misalnya hanya menceritakan kisah remaja sampai dewasa. Semua tokoh cerita dalam novel adalah fiktif belaka, tetapi disesuaikan dengan masa ketika cerita tersebut ditulis. Jadi kejadiannya seolah-olah nyata terjadi pada masa tersebut. Novel adalah termasuk karya sastra modern. Sedikit penjelasan dari jenis-jenis karya sastra penulis tidak menjelaskan semua nya tetapi hanya beberapa saja.

Nah apa sih hubungannya dengan luka menjadi sebuah karya sastra?  Luka disini bukan luka fisik namun luka batin biasanya seseorang yang pernah menjlin hubungan asmara tentunya pernah dilukai atau melukai tentu itu akan terjadi. Karna didalm sebuah hubungan yang menggabungkan dua kepala menjadi satu itu sangat sulit. Nah dari sinilah pengalaman-pengalaman luka yang dapat menjadi sebuah karya sastra. 

Contohnya adalah sebuah cerpen, cerpen adalah cerita pendek yang isi nya menceritakan suatu kejadian yang berkesan biasanya luka di hati sulit untuk dilupakan. Ketika seseorang tersakiti atau terluka tentunya mereka akan mencurahkan isi hatinya di sebuah buku di tulis di sebuah buku mencurahkan dan meluapkan rasa sakit yang sedang menyelimuti hati itu dapat menjadi referensi atau bisa di jadikan cerpen dengan memperbaiki bahasa dan tokoh agar lebih tertata lebih baik.

Bukan hanya cerpen saja, ketika kita memiliki rasa sakit yang cukup mendalam kita dapat menulis nya di sebuah buku entah itu akan di jadikan cerpen, puisi ataupun novel. Ketika kita bisa mengembangkan dan mengelolo kisah yang pernah kita hadapi atau kejadian yang pernah kita lalui.

Hal ini dapat di jadikan sebagai karya sastra misal nya ketika kita tersakiti oleh seseorang tulis lah kesakitan itu luka itu dalam buku di curahkan menjadi sebuah puisi yang Indah dengan pola kata-kata yang dapat tersampaikan kepada sang pembaca. Sehingga sang pembaca dapat merasakan atau pesan sang penulis dapat tersampaikan kepada pembaca.

Jadi buat kalian yang sering di sakiti sering dilukai jangan anggap bahwa itu tidak berguna. Semua yang terjadi dalam hidup tentunya memiliki manfaat dan pelajaran bagi hidup kita. Dari sakit hati maka muncul lah sebuah karya sastra yang murni yang di ciptakan dengan penuh penghayatan. Marilah berkarya sebanyak-banyak nya ciptaakan karya mu dari berbagai pengalaman mu dan rasa sakit atau luka yang ada di hati mu.

(Nurhichmah adalah mahasiswi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Gadis yang lahir Agustus 1999 ini, tinggal di Linggapura, Brebes, memiliki hobi menulis cerpen, puisi dan opini)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita