Selasa, 14/01/2020, 11:12:11
Talud Pengaman Bendung Purbanala Longsor, Ancam Keselamatan Irigasi
LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN

Talud pengaman Bendung Purbanala di Desa Jatisawit longsor setelah hujan deras. Bangunan bagian pintu penguras bendung Purbanala rusak akibat longsor (Foto-Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Talud bendung Purbanala di Desa Jatisawit Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes Jawa Tengah, longsor, Selasa 14 Januari 2020 sekira pukul 02.00 WIB dini hari. Longsor sepanjang 14 meter itu mengancam keselamatan irigasi dan jalan.

Talud setinggi enam meter itu longsor sepanjang 14 meter, setelah sebelumnya hujan deras. Longsornya talud tersebut mengancam keselamatan bendung irigasi, terutama di bagian pintu penguras.

"Pintu penguras dan saluran irigasi terancam rusak," kata Abdurrohim Mantri Pengairan Wilayah Bumiayu, UPT Pengairan Wilayah Pemali Hulu.

Menurutnya, irigasi Purbanala mengairi 124 hektar lahan pertanian di wilayah Desa Laren dan Kaliwadas. Talud yang longsor juga mengancam keselamatan jalan yang ada di sisi Sungai Laren tersebut.

"Kerugian akibat longsor diperkirakan memvapai Rp 80 juta, sementara irigasi masih berfungsi tapi juga terancam," ungkap Abdurrohim.

Dikatakan, akibat longsor bangunan pintu penguras bendung putus sepanjang tiga meter. Kerusakan pintu penguras ini juga mengancam keselamatan bangungan bendung.

"Talud yang longsor mengakibatkan bangunan pintu penguras pitus," ungkap Abdurrohim.

Kepala Desa Jatisawit, Sukarto mengatakan, sebelumnya talud juga telah rusak selebar dua meter. Kerusakan bertambah dan longsor setelah terjadi hujan deras.

"Sebelumnya juga ada bagian talud yang rusak," ungkapnya.

Camat Bumiayu Drs Apriyanto Sudarmoko bersama Kapolsek Bumiayu AKP Muhammad Adiel Aristo SIP dan Danramil 0713 Bumiayu Kapten Ngadino meninjau langsung ke lokasi bencana tersebut.

Peninjauan dilakukan untuk memgetahui kondisi kerusakan dan selanjutnya akan kordinasikan dengan pihak terkait untuk penanganan selanjutnya.

"Penanganan akan diupayakan dengan memasang karung diisi tanah dan bambu, agar longsor tidak bertambah," kata Camat Bumiayu, Apriyanto.

Sementara itu, di lokasi longsor telah dipasang garis polisi oleh petugas Polsek Bumiayu untuk mencegah adanya warga mendekat ke lokasi longsor yang dapat membahayakan keselamatan.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita