Sabtu, 11/01/2020, 22:52:07
Pencarian Nelayan yang Hilang di Laut Terhambat Tingginya Ombak
LAPORAN NINO MOEBI

Tim gabungan Satpolairud, TNI AL, KPLP dan Basarnas serta komunitas nelayan terus melakukan pencarian nelayan yang hilang saat melaut. (Foto: Nino)

PanturaNews (Tegal) - Hari ke tiga pencarian terhadap nelayan Kota Tegal, Jawa Tengah, yang hilang di laut masih terus dilakukan oleh Badan SAR Nasional (Basarnas) bersama BPBD Kota Tegal, Sabtu 11 Januari 2020.

Tim pencarian merupakan gabungan Satpolairud, TNI AL, KPLP dan Basarnas serta melibatkan komunitas nelayan setempat, melaksankan penyisiran di perairan sebalah utara.

Tim yang dipimpin oleh Mustova dengan menggunakan perahu karet, Esy, Burhan Aris (Basarnas) dan Nur Kholis, Riyan, Rifki (BPBD). Pukul 08.00 WIB mulai melakukan pencarian dari bibir Pantai Alam Indah (PAI), menyisir sepanjang bibir pantai.

"Basarnas dengan perahu karet merasa kesulitan akibat tingginya ombak yang menghempas pantai Utara Tegal," kata Feri dari BPBD Kota Tegal.

Hampir empat jam dalam pecarian dengan menyisir bibir pantai, Basarnas belum menemukan tanda-tanda. Basarnas memutuskan untuk istirahat sejenak.

Usai isoma pukul 13.00 WIB, Basarnas kembali melakukan pencarian bergeser ke timur dengan menyisir Sungai Ketiwon, Larangan, dan di bibir pantai Larangan, Kabupaten Tegal. Namun hingga pukul 16.00 WIB, pencarian dihentikan karena cuaca mendung. Menurut rencana pencarian akan dilanjutkan esok hari, Minggu 12 Januari 2020.

Kapolres Tegal Kota, AKBP Siti Rondhijah melalui Kasat Polair, AKP Totok Hadi menjelaskan, hari ini tim melaksanakan penyisiran pada bagian utara dan memperluas daerah pencarian.

"Diperkirakan korban sudah bergeser jauh dari lokasi awal korban jatuh karena arus cukup kencang yang mengarah ke arah timur," kata Totok Hadi.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita