Rabu, 08/01/2020, 08:52:30
Soal Kapal Nelayan Tegal akan ke Natuna, Ganjar: Mau Ngapain?
LAPORAN NINO MOEBI

Gubenrur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat meninjau Kali Bacin Komplek Pelabuhan Jongor Kota Tegal dan meninjau Kolam Retensi Tegalsari, Kota Tegal. (Foto: Nino)

PanturaNews (Tegal) - Menurut rencana sebanyak 500 kapal nelayan Kota Tegal, Jawa Tengah, siap berangkat ke Pulau Natuna. Namun saat ditanyakan keberangkatan nelayan Tegal ke Natuna, disambut oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan dijawab: "Ngapain?".

Keterangan tersebut disampaikan oleh Ketua HNSI Kota Tegal, Riswanto usai bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, di Kali Bacin Komplek Pelabuhan Jongor Kota Tegal, Selasa 7 Januari 2020 sore.

Riswanto mengaku, pada Senin 6 Januari 2020 kemarin, bersama perwakilan nelayan dari beberapa daerah termasuk Tegal, diundang oleh Deputi IV Menko Polhukam terkaita dengan Isyu laut Natuna yang sedang memanas. Pemerintah hadir ingin menempatkan nelayan-nelayan ke laut Natuna.

"Terkait dengan perijinan akan ada pembahasan pada Senin 13 Januari 2020. Dan hari ini saya belum bisa menyampaikan nanti isinya seperti apa. Kami warga negara Indonesia khususnya nelayan siap, laut Natuna adalah bagian dari kedaulatan NKRI," kata Riswanto.

Dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) sendiri, menurut Riswanto sudah ada sejumlah 811 kapal seluruh Indonesia, dan untuk Tegal sendiri ada 500 kapal dengan ukuran diatas 60-100  GT.

Saat wartawan menanyakan kepada Gubenrur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo terkait nelayan yang akan berangkat ke Natuna, Ganjar menjawab, mau ngapain?.

"Sesuai dengan wilayah penangkapan saja, dan sesuai dengan BPP-nya saja, kalau BPP nya kesana saja, santai saja. Tangkap ikan, tangkap ngono wae. Soal urusan mengawal dan dikawal Arafura kek, Natuna kek. Sebenarnya sesuai BPP-nya saja," tutur Ganjar.

Gubenrur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo ke Kota Tegal meninjau Kolam Retensi Tegalsari, Kota Tegal, Selasa 7 Januari 2020 sore.

Dari hasil pantauan yang dilakukan gubernur di beberapa titik seperti kolam tampung, ruang pompa hingga saluran pembuangan air, secara umum gubernur mengapresiasi kepada Pemerintah Kota Tegal yang sudah memikirkan cara mengatasi banjir, genangan dan rob dengan membangun kolam retensi.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita