Senin, 30/12/2019, 18:57:28
Sindikat Pencuri Asal Cirebon Dibekuk Polisi, Tiga Didor
LAPORAN NINO MOEBI

Kapolres Tegal, AKBP Dwi Agus Prianto saat pers release penangkapan sindikat pencuri asal Cirebon di Mapolres Tegal. (Foto: Nino)

PanturaNews (Tegal) - Lima pelaku kejahatan pencurian dengan pemberatan (Curat) ditangkap oleh jajaran Reskrim Polres Tegal, Jawa Tengah. Tiga pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas petugas, karena mencoba akan melarikan diri.

Lima pelaku yang merupakan sindikat asal Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, ditangkap di rumah masing-masing di wilayah Kabupaten Cirebon pada Jumat 27 Desember 2019 sekitar pukul 03.00 WIB.

“Tiga, dari lima pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas petugas, karena mencoba akan melarikan diri," tutur Kapolres Tegal, AKBP Dwi Agus Prianto saat pers release di Mapolres Tegal, Senin 30 Desember 2019.

Para pelaku yang ditangkap masing-masing Gunawan Panembahan (40) warga RT 02 RW 01 Desa Suket, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon selaku ketua kelompok. Karso alias Aso (32) warga RT 01 RW 10 Desa Sukaeana, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Cirebon.

Karno Untung (34) warga RT 03 RW 01 Desa Waled, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon. Rudi Sanjaya (37) warga RT 01  RW 05 Desa Sukadana, Kecamatan Pabuaran Kabupaten Tegal. Tomi Wahyudi (21) warga RT 05 RW 12 Desa Kecamatan Kabupaten Cirebon.

Untuk dua orang dinyatakan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO), Kusno (46) warga Dukuh Jeruk, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes dan Waryoto (50) warga RT 03 RW 01 Desa Waled, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon.

Dijelaskan Kapolres Tegal, para pelaku telah melakukan curat di dua tempat yang berbeda, yakni pada 18 Desember 2019 pukul 02.00 WIB di Kantor BMG Muamalat Desa Cangkring, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, dan pada 24 Desember 2019 pukul 04.00 WIB di Kantor Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Baitul Makmur Jalan Raya Desa Kajen, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal.

"Dari TKP pertama para pelaku berhasil menggasak uang sejumlah Rp 125 juta, dan di TKP kedua pelaku berhasil menggasak Rp 7 juta," ungkap Dwi Agus.

Kasat Reskrim Polres Tegal, AKP Gunawan Wibisono menambahkan, pelaku selain melakukan kejahatan curat di Tegal, sebelumnya juga melakukan di wilayah Pekalongan.

Barang Bukti (BB) Mobil Grand Max Nopol E 1396 NL, gunting baja behel, linggis besar, palu bosen besar, dua tabung aksigen las dan blander las selang double, bor dan tiga gunting besi disita petugas.

Pelaku mendatangi TKP menggunakan mobil yang diparkirkan di depan kantor (obyek sasaran). Pelaku turun merusak gembok pagar dan pintu menggunakan gunting baja behel. Setelah masuk, pelaku matikan lampu dan mencari barang berharga dengan mbongkat brangkas. Apabila brangkas tidak bisa dibuka, brangkas diangkut untuk dibongkar di rumah.

"Para pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara," tegas Gunawan Wibisono.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita