Minggu, 08/12/2019, 12:13:09
Onlineshop Menjadi Sampingan Wanita Mandiri
Oleh: Dewi Oktari

'Oke Sista’, barang ready ya say, mau COD di mana?' Itulah sekiranya penggalan percakapan ketika kita sedang berbelanja secara online. Pendapatan tidak sesuai dengan pengeluaran? Anak semakin gede, semakin minta ini minta itu.  Jajannya sehari bisa habis 20.000 sampai 50.000 ribu? Uang makeup habis tapi takut ngomong sama suami karena masih banyak kebutuhan? Atau yang belum bersuami.

Uang buat beli paketan habis tapi malu minta sama orangtua? Bayaran uang sekolah sudah jatuh tempo? Dan masih banyak lagi masalah-masalah yang dihadapi oleh kaum wanita masa kini. Sudah tidak jaman keluh kesah itu membuat wanita di luar sana tumbuh uban saat masih muda. It's simple, tidak hanya wanita yang konsumtif tetapi juga banyak wanita-wanita pembisnis di luar sana yang sangat jeli untuk menciptakan suatu peluang sendiri di era yang serba digital ini.

Kita hidup di era yang sangat penuh dengan teknologi di mana kita dapat melihat perkembangan pesat pada teknologi tersebut setiap harinya.  Salah satunya adalah ponsel yang kini berubah menjadi smartphone atau umumnya HP android. Melalui smartphone kita bisa mengakses berbagai informasi bukan hanya informasi saja melainkan bisa download banyak aplikasi dari game, buku, app editor sampai aplikasi yang sudah tidak asing di telinga kita saat ini yaitu onlineshop atau berbelanja melalui smartphone.

Gaya hidup konsumen yang sudah berubah dari ke toko cek barang sendiri sampai hanya nangkring duduk di ruang santai berjam-jam melihat-lihat berbagai produk dengan harga dan rincian suatu barang menjadikan onlineshop adalah target para pengusaha untuk mempromosikan jualannya pada saat ini. Omsetnya pun tak tanggung-tanggung bisa untung berkali-kali lipat dari penjualan di toko biasanya. Dengan peluang bagus ini para pengusaha juga menargetkan ibu-ibu rumah tangga,  anak sekolah dan perempuan lainnya agar bisa menjadi member mereka.  Tentu ini juga bisa menjadi simbiosis mutualisme dari kedua belah pihak. 

Wanita yang sudah matang secara pemikiran dan usia tentunya berfikir cepat untuk memiliki pendapatan sendiri bisa dengan melamar kerja kesana kemarin.  Bagaimana dengan wanita yang baru saja memiliki anak dan pendapatan suaminya pas-pasan. Bingung sekali pastinya karena dia harus mengurus anak dan rumahtangganya. Untuk wanita yang fleksibel pasti dia akan mencari cara untuk mendapatkan penghasilan lain salah satunya berjualan melalui online. Wanita sekarang benar-benar menggunakan kata emansipasi dengan bijak dan penuh dengan semangat.

Pekerjaan online tersebut juga banyak macamnya seperti Web Design (membuat sebuah situs atau website), Logo Design (membuat sebuah logo, biasanya pekerjaan ini dilakukan oleh orang yang mahir mengolah foto atau gambar dengan warna-warna tertentu), Virtual Assitant ( yaitu menjadi asisten para pengusaha melalu dunia maya), Ghost Writer (pekerjaan ini dilakukan oleh orang yang mempunyai skill menulis, biasanya mereka menjual tulisan mereka kepada perusahan maupun perorangan untuk diterbitkan di web mereka)  dan masih banyak lagi jenis pekerjaan online lainnya.

Lalu bagaimana pandangan islam mengenai perempuan yang bekerja. Telah dijelaskan banyak pada kitab suci Al-Qur'an secara terperinci salah satunya terdapat pada QS. At-Taubah: 105 yang artinya “Dan katakanlah, ‘Bekerjalah kamu maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin."

Dalam kitab maupun hadis tidak ada kata-kata yang merujuk wanita tidak boleh berdangan maupun berusaha. Asal dalam tatana dan peraturan yang masih berlaku wanita masih boleh mencari penghasilan sendiri.  Jadi bagaimana masih mau menjadi wanita yang berpangku tangan dan menunggu uang jajan dari suami atau ayah?  Atau, wake up and doing it's based on your skills?

(Dewi Oktari is a Student  English Language Education Program of Peradaban University, Brebes Regency, Central Java)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita