Sabtu, 07/12/2019, 23:34:48
Dari Emosi dan Pengalaman Menjadi Sebuah Karya
Oleh: Amelia Yuliyanti

Tentu kita semua memiliki sebuah pengalaman. Baik itu pengalaman yang menyenangkan, menyedihkan, lucu, atau bahkan pengalaman tentang masalah percintaan. Ada  pepatah yang mengatakan bahwa pengalaman adalah guru terbaik kita. Namun, selain hal itu kita juga dapat menjadikan pengalaman-pengalaman tersebut menjadi sebuah karya.

Berbicara masalah pengalaman, jika pada zaman dahulu mungkin sebagian dari kita masih menggunakan buku dairy untuk menggungkapkan pengalaman yang dialami atau unek-unek yang dimiliki. Namun, waktu silih berganti dan teknologi pun semakin canggih. Hal tersebut membuat kita beralih dari buku dairy ke media sosial.

Membahas mengenai media sosial, sekarang hampir setiap orang dapat memiliki dan menggunakan aplikasi media sosial. Dari mulai Youtube, Facebook, Instagram, Twitter bahkan sampai media sosial yang berbasis chatting seperti Whatsapp, Line, Kakao Talk, Telegram dan seterusnya.

Dengan adanya media sosial yang menjamur saat ini, membuat kita turut menikmati setiap fitur-fiturnya. Yang dahulu kita biasanya menulis di buku diary sekarang beralih  ke media sosial. Di media sosial kita dapat menggungkapkan berbagai hal dari yang menyenangkan, menyedihkan, membagikan kegiatan sehari-hari, bahkan tak jarang media sosial juga dijadikan sebagai tempat curhatan. Hal-hal tersebut tentu dikatakan sebagai pengalaman dan peluapan dari emosi.

Dari pada kita meluapkan emosi di media sosial lebih baik kita salurkan dengan kegiatan menulis. Kegiatan menulis disini yaitu menuangkan segala bentuk emosi kita kedalam bentuk karya sastra, baik itu puisi atau pun cerpen. Karena akan mubazir jika hanya ditulis di media sosial saja, tapi jika jadikan sebuah puisi atau cerpen dapat menjadi sebuah karya sastra. Yang tentunya hal tersebut juga dapat membawa manfaat bagi kita.

Lalu, apa manfaat menulis bagi kita?

Perekam Jejak Sejarah: Dengan menulis maka kita dapat melihat rekam jejak sejarah kita, misalnya dapat mengetahui bahwa kita pernah mengalami suatu pengalaman di masa lalu. Apalagi jika tulisan kita dimuat pada sebuah blog atau kita mengikuti sebuah lomba kepenulisan, maka jika karya tersebut nantinya dibukukan nama kita akan tertera dalam buku tersebut.

Media Mengekspresikan Diri: Saat kita menulis tentu saja kita menuangkan ide-ide kita didalamnya, kita dapat berbagi cerita dan meluapkan emosi-emosi yang kita miliki. Dengan adanya hal tersebut tentu akan menumbuhkan kepusaan batin, kita akan lega setelah menuangkannya. Selain itu juga dapat berimasinasi secara bebas dan menuangkannya baik dalam bentuk puisi, cerpen atau karya lainnya.

Membuat Diri Menjadi Lebih Produktif: Terkadang saat kita menyendiri kita bingung apa yang harus kita lakukan, akhirnya membuka media sosial dan sekadar menggulir beranda saja. Namun, jika kita menulis kita bisa menjadikan kesendirian itu menjadi sebuah karya, dengan begitu waktu kita bisa lebih bermanfaat bahkan disaat waktu santai pun kita tetap produktif.

Menambah Pembendaharaan Kata: Saat membuat sebuah puisi biasanya kita mencari kata-kata yang selaras dengan kata sebelumnya atau menggunakan sebuah majas. Dengan adanya hal tersebut tentu membuat kita berpikir untuk mencari kata yang tepat atau sesuai, mau tidak mau maka kita akan membaca dengan membaca maka dapat menambah pembendaharaan kosa kata. Yang sebelumnya kita tidak tahu suatu kata, dengan adanya membaca tadi kita menjadi tahu.

Maka dari itu, melihat beberapa manfaat dari kegiatan menulis tentu saja membuat kita berpikir, dari pada meluapkan emosi di media sosial lebih baik menuangkannya kedalam karya sastra yang tentunya lebih bermanfaat. Selain itu jika kita mengikuti lomba-lomba kepenulisan karya sastra, karya kita memiliki peluang untuk dibukukan bahkan tak jarang Anda juga mendapatkan reward berupa sertifikat dan uang.

Menulis juga tak hanya sebagai media mengekspresikan diri, namun juga untuk media berbagi pengalaman. Di Indonesia banyak buku atau novel yang berisikan pengalaman pribadi dari penulisnya. Selain membawa kepuasan bagi penulis karena dapat menuangkan ide dan ceritanya, hal ini juga dapat mengahasilkan uang yaitu dari penjualan karya tersebut.

(Amelia Yuliyanti adalah Mahasiswi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Unviersitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita