Kamis, 05/12/2019, 05:31:49
Menulis Itu Mudah
OLEH: ZAENAL MUTTAQIEN

Ilustrasi

Bermula dari cara berpikir, ketika kita menganggap sesuatu itu sulit maka akan sulitlah sesuatu itu. Karena, ketika kita sudah memvonis sulit, biasanya akan memupus kreativitas otak. Seakan ada dinding tebal yang tidak mungkin ditembus.

Sebaliknya jika kita berpikir sesuatu itu mudah, biasanya akan tergambar kemudahan-kemudahan. Bayangan akan kemudahan itulah yang akan menjadi modal awal untuk melakukan tindakan membuat tulisan atau artikel.

Menulis itu mudah maka akan muncul ide-ide yang kemudian harus dilanjutkan dan diwujudkan ide-ide itu menjadi karya tulis. Syaratnya, ketika kita sudah berpikir bahwa menulis itu mudah, jangan kemudian berhenti tapi melajulah dengan bayangan-bayangan banyak kreatif yang sudah muncul itu.

Menangkap Ide untuk Menulis

Ide atau gagasan untuk bahan menulis sebenarnya tidak sulit. Di sekitar kita banyak sekali sumber ide atau gagasan yang bisa dibuat sebagai tulisan. Dari mulai yang ringan dan sederhana sampai yang pelik dan sangat berbobot.

Ide atau gagasan biasanya muncul karena adanya kreativitas berpikir kita. Kreatif biasanya muncul karena rasa ingin tahu yang besar, karenanya rasa ingin tahu dalam pikiran itu modal yang harus dipupuk dan dijawab.

Untuk memudahkan dalam mengembangkan pikiran yang kreatif dan mendapat jawaban dari rasa ingin tahu (penasaran), maka dapat membuat daftar pertanyaan dalam pikiran.

Resep sederhana yang sudah dibuktikan untuk dapat menjawab rasa penasaran yang kemudian bisa dibuat tulisan, adalah rumus 5W + 1H (What, Who, When, Where, Why dan How) atau Apa, Siapa, Kapan, Dimana dan Bagaimana.

Jika enam daftar pertanyaan tersebut sudah ada jawabannya, maka sudah cukup untuk membuat tulisan, maka mulailah menulis. Sebenarnya untuk memulai menulis tidak selalu hatus semua daftar pertanyaannya terjawab.

Menulis sudah dapat dimulai dari jawaban-jawaban yang sudah ada dari sebagian daftar pertanyaan itu. Tapi tetap harus dilanjutkan dan disempurnakan dengan melengkapi jawaban dari daftar pertanyaan tersebut, sehingga tulisan menjadi lengkap.

Mengikat Gagasan

Jika gagasan untuk bahan tulisan sudah tertangkap dalam pikiran kita, selanjutnya ikatlah agar tidak hilang. Gagasaan dapat diikat untuk menjadi kerangka tulisan atau outline. Kerangka tulisan itu harus diikat menjadi kerangka tulisan agar tidak hilang atau lupa, ini terutama bagi penulis pemula.

Kerangka tulisan dapat dibuat secara runut atau juga acak menyesuaikan dengan waktu munculnya gagasan. Atau juga dibuat secara acak kemudian dirunutkan. Kerangka tulisan dapat dibuat dalam bentuk kerangka linier, atau juga dengan peta pikiran.

Kerangka linier maksudnya kerangka rencana tulisan dibuat secara berurutan dari atas ke bawah. Mulai dari judul, pengantar, sub judul, bab dan pokok-pokok uraian dibuat secara berurutan.

Kerangka tulisan ini akan berfungsi sebagai panduan agar dalam membuat tulisan tetap pada pokok permasalahan dan tidak keluar dari tujuan atau maksud tulisan. Seringkali bagi penulis pemula karena keterbatasan atau bahkan terlalu banyak referensi menjadi tidak fokus.

Hal itu dapat dihindari dengan adanya kerangka tulisan. Disarankan kerangka tulisan dalam bentuk linier tidak dibuat sekali jadi. Artinya dapat dilakukan revisi jika dirasa ada yang kurang pas. Revisi kerangka tulisan dapat dilakukan saat sebelum menulis isi, atau juga saat melakukan penulisan.

Kerangka tulisan juga dapat dibuat dalam bentuk kerangka pikiran. Yaitu dengan pemetaan pikiran tanpa harus berurutan. Ini akan sangat membantu bagi penulis pemula karena seringkali ide dan gagasan datangnya tidak serta merta dan berurutan.

Metode pemetaan pikiran dalam kegiatan menulis cukup mudah. Langkah yang dapat dilakukan dengan mengumpulkan informasi atau referensi mengenai bahan yang akan ditulis.
Misalnya akan menulis teks deskripsi tentang seorang tokoh, maka terlebih dahulu ia perlu mengumpulkan informasi tentang tokoh yang dimaksud.

Selanjutnya membuat peta pikiran di kertas kosong untuk membuat gambar dengan pensil warna atau sejenisnya, untuk menuangkan pikiran serta imajinasi.

Tuliskan tema utama di tengah-tengah selembar kertas kosong. Jika akan menulis teks deskripsi  tentang seorang tokoh, tuliskan nama orang tersebut. Tulis Sub tema dari tema utama. Dari tema utama seorang tokoh, maka sub temanya bisa ciri-ciri fisik, sifat-sifat sang tokoh, kelebihannya, kekurangan, prestasinya, dan lain sebagainya.

Hubungkan antara tema dan sub tema dengan garis berwarna. Dapat dibuat bentuk kotak, bulatan atau simbol. Buat semenarik mungkin dengan beraneka warna, dan dapat ditambahkan gambar. Tambahkan poin-poin informasi lain. Ini adalah informasi berkaitan dengan sub tema yang telah dikumpulkan sebelumnya. Gunakan huruf besar dan kecil. Ini berfungsi untuk membedakan hal yang dianggap lebih penting dengan poin tambahan.

Dari peta pikiran yang telah dibuat tersebut dapat mulai membuat tulisan dimulai dari tema utama kemudian sub tema yang dikembangkan menjadi kalimat dan paragraf, menggunakan informasi tambahan yang telah dikumpulkan.

Peta pikiran tersebut berfungsi sebagai kerangka karangan untuk memberikan arah dan tuntunan dalam menulis sebuah teks yang padu dan sesuai dengan strukturnya. Kerangka karangan dapat dibuat lebih menarik tampilannya, peta pikiran juga lebih informatif dan tidak membosankan. Dengan demikian, kesulitan yang sering dijumpai ketika akan memulai menulis sebuah karangan atau artikel dapat teratasi.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita