Selasa, 03/12/2019, 19:15:19
Jalan ke Pendopo Balaikota Tegal Uji Coba Gunakan Aspal Plastik
LAPORAN NINO MOEBI & RIYANTO JAYENG

Uj icoba penggunaan aspal dari limbah plastik untuk memperbaiki jalan yang berada di kompleks Balai Kota Tegal. (Foto: Nino/Jayeng)

PanturaNews (Tegal) - Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal mulai mengujicobakan penggunaan aspal dari limbah plastik untuk memperbaiki jalan yang berada di kompleks balai kota, Selasa 03 Desember 2019 siang. Pemanfaatan aspal limbah plastik itu diharapkan mampu mengatasi persoalan sampah di Kota Tegal.

Sampah plastik yang digunakan sebagai campuran yakni plastik jenis kantong kresek sebanyak 267.000 lembar, atau setara 500 kilogram (kg) untuk kapasitas pengaspalan jalan sepanjang 1,8 Km dengan aspal murni sekitar 5 persen. Kegiatan itu, merupakan hasil kerjasama antara Pemkot Tegal dengan Industri Olefin, Aromatik dan Plastik (Inaplas).

Walikota Tegal, Dedy Yon Supriyono mengatakan, uji coba aspal campuran limbah plastik dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilannya setelah digunakan. Nantinya, akan dipakai untuk memperbaiki ruas jalan yang memang kondisinya rusak.

"Tidak semua jalan tentunya, kalau ini berhasil kita akan prioritaskan untuk perbaikan jalan yang rusak," katanya.

Direktur Inaplas, Edy Rivai mengatakan pihaknya sudah menjalin kerjasama dengan ‎Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dengan membangun jalan dengan aspal campuran sampah plastik sepanjang 22 kilometer di 34 lokasi. Menurutnya, hasil riset Kementerian PUPR, tingkat kekuatan jalan yang menggunakan aspal itu meningkat 42 persen.

"Biaya perawatan lebih murah, lebih efisien. Dampak terhadap lingkungan juga baik," jelas Edi.

Ditambahkan Edi, dengan adanya kerjasama itu, banyak sampah plastik di Kota Tegal yang akan diolah menjadi aspal, sehingga mengurangi beban lingkungan dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sehingga diharapkan akan menjadi solusi pengolahan sampah, dan mengurangi kebiasaan masyarakat buang sampah sembarangan.

Wakil Ketua Inaplas Suhat Miyarso mengatakan, jenis sampah yang diolah untuk aspal plastic, adalah dari bahan dasar kantong plastik kresek dimana nilanya paling rendah.

"Pilot pojek di Tegal ini membutuhkan bahan baku sampah sebanyak 500 kilogram. Nanti kedepan akan lebih banyak. Bukan dilihat dari beratnya, tapi lihat dari jumlah lembaran plastik yang diolah," kata Suhat Miyarso.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita