Selasa, 03/12/2019, 10:03:36
Pembangunan Jembatan Sungai Rambut Menuai Polemik
LAPORAN SAMSUDIN SURA

Proyek pembangunan jembatan Sungai Rambut di Dukuh Bandung, Desa Kendayakan, Kecamatan Warurejo, Kabupaten Tegal atau sebelah barat Desa Banjar Mulya, Kabupaten Pemalang pengerjaanya sudah mencapai sekitar 75 persen. (Foto: Samsudin)

PanturaNews (Tegal) - Pembangunan jembatan Sungai Rambut di perbatasan Kabupaten Tegal dan Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, menuai polemik. Pasalnya, Pemkab Pemalang menuding Pemkab Tegal pasif, karena belum menindak lanjuti pembangunan di bagian ujung jembatan (oprit) yang kebetulan masuk di wilayah Kabupaten Tegal.

Proyek jembatan dengan anggaran Provinsi Jawa Tengah senilai Rp 15,9 itu, lokasinya di Dukuh Bandung, Desa Kendayakan, Kecamatan Warurejo, Kabupaten Tegal atau sebelah barat Desa Banjar Mulya, Kabupaten Pemalang yang saat ini persentasenya sudah mencapai sekitar 75 persen.

Padahal permasalahan tersebut sempat dibahas dalam rapat evaluasi kegiatan proyek menjelang akhir tahun, di Kantor DPU Kabupaten Tegal, Senin pekan lalu. Bahkan Kabid Jembatan DPU Kabupaten Tegal, Moh. Nuh mendapat teguran dari DPU Pemalang.

Pertanyaan pihak DPU Pemalang mengapa Pemkab Tegal pasif. Padahal dalam usulan rencana pembangunan jembatan tersebut yang diajukan ke Provinsi, diterima karena ada kesepakatan kerjasama dimana Pemkab Tegal mendukung dengan kesiapan untuk membangun oprit, yaitu bagian ujung jembatan yang ada di wilayah Kabupaten Tegal.

Karena itu DPU Pemkab Pemalang sempat kebingungan menghadapi sikap Pemkab Tegal. Sebab apabila proyek jembatan telah selesai, bisa jadi untuk sementara jembatan tidak difungsikan karena belum dibangun oprit.

Menanggapi polemik itu, Ketua Bappeda Kabupaten Tegal, Ir Harmanto, menjelaskan bahwa pihaknya mengakui adanya kesepakatan kerjasama Pemkab Pemalang dengan Pemkab Tegal. Tapi bukan untuk pelaksanaannya anggaran tahun ini, melainkan untuk anggaran tahun 2021 sesuai ajuan kepada Provinsi Jawa Tengah.

"Usulan anggaran sudah diajukan ke provinsi. Jadi setelah anggaran dari provinsi turun, baru Pemkab Tegal melaksanakan kegiatan tersebut," ujarnya, kemarin.

Sementara Kepala Desa Kendayakan, Kecamatan Warurejo, Kabupaten Tegal, Rasiun ikut mendesak Pemkab Tegal soal lanjutan pembangunan jembatan anggaran provinsi yang ditangani Pemkab Pemalang.

“Apabila Desember tahun 2019 ini selesai, agar Pemkab Tegal bisa ikut menuntaskan bagian yang belum selesai yang masuk wilayah Kabupaten Tegal,” kata Rasiun.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita