Senin, 02/12/2019, 15:45:16
Kopi Lanang Abah Capar Bisa Bikin Grenk
OLEH: ZAENAL MUTTAQIEN

Pekerja di Bumdes Giri Mulya Desa Capar sedang memasak biji kopi dengan mesin pemasak kopi (Foto: Zaenal Muttaqin)

Masyarakat di kawasan dataran tinggi Desa Capar, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mempercayai resep penambah vitalitas pria dengan mengonsumsi kopi lanang. Kepercayaan tersebut rupanya sudah ada sejak dahulu kala dan turun temurun.

Kopi lanang yang secara perdagangan internasionalnya disebut sebagai peaberry coffee, memiliki bentuk yang berbeda dengan biji kopi pada umumnya. Bentuknya lebih utuh dan cenderung lebih bulat tidak terbelah.

Sementara pada umumnya, buah kopi jika sudah dikupas kulit luarnya, terdiri dari dua belahan biji dan agak gepeng atau setengah bulat. Dari bentuknya inilah kemudian disebut sebagai kopi lanang, yang dalam bahasa Jawa berarti laki-laki.

Semua jenis kopi, baik robusta maupun arabika atau lainnya dapat menghasilkan kopi lanang. Hanya saja, kemungkinan adanya kopi lanang pada tiap pohon kopi cenderung sedikit. Kopi lanang yang dihasilkan dari Desa Capar merupakan jenis robusta. Jenis robusta ini rasanya cenderung lebih pahit dan nikmat serya nyaris tidak ada rasa asam atau kecut seperti jenis arabika.

Terbentuknya kopi lanang, menurut para ahli di Badan Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian seperti dilansir di situs resminya menyebutkan, kemungkinan karena penyerbukan yang tidak maksimal akibat rusaknya putik bunga karena gangguan serangga ataupun angin. Bisa juga karena malnutrisi pada saat pembuahan, karena pohon sudah tua ataupun pohon mengalami stres. Atau, bisa pula akibat kelainan genetik.

Cipto Edi Santoso, Manajer Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Capar yang mengelola dan memasarkan produk Kopi Capar mengatakan, rata-rata dalam satu kilogram kopi umum, kandungan kopi lanangnya maksimal hanya mencapai 0,5 ons saja.

“Sebenarnya kopi lanang itu berasal dari proses sortir kopi biasa, bukan karena varietas tanaman khusus. Karena sedikit dan langkanya itu, harganya menjadi mahal,” kata Cipto saat penulis bertandang ke Capar, belum lama ini.

Menurut Cipto, saat ini keberadaan kopi lanang memang belum banyak dikenal seperti kopi luwak yang lebih dulu menjadi tren di kalangan masyarakat luas. Padahal, secara citarasa, kualitas kopi ini tidak jauh berbeda dengan kopi yang dihasilkan proses pencernaan hewan luwak itu.

"Bahkan kandungan kafeinnya disebut lebih tinggi yakni 2,1 persen," ungkap Cipto.

Kata dia, kopi lanang hanya dikenal di kalangan tertentu saja. Contohnya masyarakat Desa Capar yang percaya kopi lanang sebagai penambah vitalitas pria.

Wilayah Desa Capar ada di Kecamatan Salem letaknya ada di ujung barat daya Kabupaten Brebes dan berbatasan dengan wliayah Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Selama ini Capar dikenal sebagai salah satu sentra penghasil kopi di Kabupaten Brebes. Kopi yang dihasilkan adalah jenis robusta.

Luas total lahan tanaman kopi di Desa Capar mencapai 205 hektar. Hampir seluruh tanaman kopi sudah produksi, atau sekitar 200 hektar. Hanya sekitar lima hektar yang masih belum cukup umur dan belum produksi karena peremajaan.

Dari lahan seluas itu Desa Capar dapat memproduksi kopi dalam setahun mencapai lebih dari 50 ton. Sebagian dari hasil kopi itu, atau sekitar 20 ton dikelola oleh Bumdes Giri Mulya.

“Ada sekitar 20 ton yang dikelola oleh Bumdes Giri Mulya, selebihnya dijual keluar dalam bentuk kopi mentah ke pedagang untuk dikirim ke luar daerah,” kata Cipto.

Sebanyak 20 ton kopi itu oleh Bumdes Giri Mulya diolah dan menghasilkan produk kopi dengan nama Kopi Abah Capar dan dikemas dalam varian berbeda-beda, ada dark atau pahit, medium, kopi luwak dan kopi lanang yang dipercaya dapat meningkatkan vitalitas.

"Namanya kopi lanang, bukan cuma sebutan tapi memang kopi pilihan dengan bentuk yang berbeda dan tiap bijinya hanya satu isinya," ungkap Cipto.

Tentang khasiat kopi lanang yang mampu mendongkrak vitalitas bukan isapan jempol. Secara umum kopi yang memiliki kandungan kafein disebut ilmuwan mampu meningkatkan metabolisme dan memompa darah sehingga peredaran darah lebih lancar dan berujung pada lamanya seorang pria mengalami ereksi.

Konon, para peneliti dari University of Texas Health Science Centre di Houston menemukan, pria yang minum kopi dua sampai tiga cangkir kopi setiap hari cenderung tidak memiliki masalah ereksi dibandingkan dengan peminum non-kopi, dengan kata lain cukup jitu bisa tingkatkan gairah dan vitalitas pria.

Kelompok peneliti dari Universitas Sao Paulo Brazil menyatakan, pria yang rutin minum kopi secangkir setiap pagi memiliki sperma yang mampu berenang lebih lincah dibandingkan pria yang tidak pernah minum kopi di pagi hari.

Penelitian lain seperti dikutip Popular Word mengatakan, bahwa pria sehat yang minum kopi 30 menit sebelum berhubungan badan, kegiatan seksnya akan meningkat. Pada saat itu hingga 90 menit sesudahnya kafein dalam darah mencapai kadar tertinggi sehingga kemampuan motorik dan kesigapan juga mencapai puncak.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita