Senin, 25/11/2019, 09:58:49
Selasa, Kongres Sastra Tegalan Digelar di UPS
Laporan Tim PanturaNews

PanturaNews (Tegal) - Kongres Sastra Tegalan Ke-1 yang dihelat Komunitas Sastrawan Tegalan, akan digelar di Auditorium Universitas Pancasakti (UPS) Tegal Jalan Halmahera Kota Tegal, Jawa Tengah, Selasa 26 November 2019 mulai pukul 09.00 WIB. 

Ketua Panitia Kongres Sastra Tegalan Ke-1, Dhimas Riyanto mengatakan kongres yang pertama ini akan menjadi tonggak eksistensi gerakan sastra Tegalan. “Kongres akan menggalang aspirasi para pakar dibidangnya dan keilmuannya,” ujarnya, Senin 25 November 2019.

Menurut Sekretaris Panitia Kongres Sastra Tegalan, Lanang Setiawan, para pembicara atau naraucap yang akan dihadirkan pada Sesi I adalah Dr. Tri Mulyono (Dosen UPS), Dr. Sunu Wasono (dosen Universitas Indonesia) dan Wijanarto SPd MHum (Pengamat Sastra Tegalan).

Pada Sesi II pembicara yang dihadirkan adalah Ahmad Tohari (novelis), Dina Nurmalisa, M.Hum  (dosen Universitas Pekalongan, candidat doktor UI), Muarif  Esage (Penulis buku dan Kritikus Sastra Tegalan, guru SMA Negeri I Slawi, Kabupaten Tegal), dan Narudin (Pakar teori semiotika, penerjemah, dan kritikus sastra dari Subang).

Menurut pendapat naracuap Kongres Sastra Tegalan, Muarif Esage, Sastra Tegalan adalah puncak kehormatan tertinggi. “Sastra Tegalan adalah puncak kehormatan tertinggi bahasa Tegalan, sastra adiluhung yang mengucap bahasa ibu untuk mengubah streotif bahasa menjadi ‘parole’ estetik,” katanya.

Sementara itu Dr. Sunu Wasono naracuap dari dosen Universitas Indonesia (UI) yang menjadi Ketua Program Studi Indonesia FIBUI, memaparkan bahwa awal dia mengenal istilah Sastra Tegalan setelah kenal dengan Lanang Setiawan beberapa tahun lalu.

“Jujur saya mengenal istilah Sastra Tegalan baru setelah saya kenal Mas Lanang Setiawan. Dari seringnya kami berkomunikasi, saya pun mengenal apa itu Sastra Tegalan,” terangnya.

Kongres Sastra Tegalan Ke-1 yang dipelopori Dr. Maufur  dan Komunitas Sastrawan Tegalan ini. salah satu bukti kegetolan mereka dalam memperjuangkan bahasa lokal ke tingkat yang lebih bermartabat.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita