Selasa, 12/11/2019, 07:16:17
Divonis 1 Tahun 5 Bulan, Qomar Masih Bisa Syuting
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Nurul Qomar divonis 1 tahun 5 bulan dalam sidang putusan kasus dugaan SKL palsu, yang di gelar di PN Brebes (Foto: Takwo Heryanto)

PanturaNews (Brebes) - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Brebes, Jawa Tengah, menjatuhkan vonis terhadap Nurul Qomar 1 tahun 5 bulan dalam sidang putusan kasus dugaan Surat Keterangan Lulus (SKL) palsu, yang di gelar di PN setempat. Majelis hakim juga mewajibkan terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp 2.000., Senin 11 November 2019.

Vonis yang dijatuhkan pas lawak grup empat sekawan itu, lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umun (JPU), yakni selama 3 tahun penjara. Atas putusan tersebut, terdakwa Nurul Qomar melalui tim kuasa hukumnya langsung menyatakan banding. Sedangkan JPU menyatakan pikir-pikir atas putusan tersebut.

Sidang dengan terdakwa anggota grup lawak Empat Sekawan di gelar di ruang sidang Cendana PN Brebes. Sidang dipimpin Hakim Ketua Sri Sulastuti, SH.

Sidang putusan dengan terdakwa Nurul Qomar ini, selain dihadiri keluargannya sejumlah pelawak kondang juga ikut hadir menyaksikan, seperti Ginanjar, Eman dan Memet.

Adapun dalam pembacaan putusannya, Majelis Hakim menyatakan, terdakwa Nurul Qomar dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 263 ayat 2 tetang Pemalsuan Surat, dan menjatuhi hukuman 1 tahun 5 bulan. Selain itu, majelis hakim mewajibkan terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp 2.000.

Usai pembacaan putusan, Nurul Qomar menyatakan banding atas putusan tersebut. Dia mengatakan, pihaknya menghormati putusan hakim. Namun pihaknya tidak sependapat dengan putusan hakim tersebut, sehingga mengajukan banding.

“Saya menghormati putusan hakim ini, tapi kami tidak sependapat sehingga kami mengajukan banding,” ujarnya usai persidangan.

Menurut dia, atas banding yang diajukan tersebut, pihaknya tidak dilakukan penahanan. Sehingga, masih bisa melaksanakan aktivitas, baik syuting dan menghadiri pengajian.

“Kalau soal banding silahkan ke tim pengacara saya. Yang jelas berkas banding langsung kami buat,” terangnya.

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andhy Hermawan Bolifar menyatakan, pihaknya pikir pikir atas putusan tersebut.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita