Senin, 11/11/2019, 20:12:39
Cantrangku Sayang, Cantrangku Malang
Oleh: H. Tambari Gustam

Penulis (paling kiri) bersama Ade (paling kanan) dari Barisan Muda Nelayan saat mendampingi peneliti soal cantrang dari Undip.

Masih teringat dalam aksi demo nelayan kapal cantrang terbesar sepanjang sejarah,  sudah empat kali nelayan berdemo di depan istana Negara. Demo yang terakhir tanggal 17 Januari 2018. Sekitar kurang lebih massa yang berjumlah tiga puluh ribu nelayan dari berbagai daerah se Indonesia. 

Saat itu nelayan menuntut untuk legalkan cantrang secara nasional. Lewat berbagai upaya aksi, namun sayang media tak berani menayangkan aksi nelayan yang penuh heroik itu. 

Sebab saat itu menteri terdahulu, sangat dekat dengan media, sehingga aksi apapun sebesar massa nelayan, juga tak pernah tayang di media nasional.  Dan Akhirnya lewat perjalanan panjang, Presiden Jokowi memberi isyarat bahwa nelayan cantrang boleh melaut kembali.

Massa sangat histeris. Mendengar Susi waktu itu tampil di mobil komando,  menyampaikan apa yang disampaikan Presiden Jokowi. Namun sayangnya Menteri Kelautan, Susi Pujiastuti masih dengan pendiriannya, bahwa larangan cantrang tetap belum dicabut.

Ribuan massa yang awalnya sangat gembira, begitu rekan-rekan masih di rest area,  rombongan massa nelayan belum sampai ke daerah asal. Tapi kabar larangan cantrang masih berlaku. Bagai disambar petir, puluhan ribu nelayan semuanya sangat kecewa.

Namun Tuhan memang sangat adil. Setelah Pilpres dan Jokowi dilantik jadi presiden lagi, Si Mentri yang sangat populer dengan jargon "Tenggelamkan" akhirnya tenggelam sendiri. Dan era sekarang di mentri yang baru, nelayan cantrang sangat berharap agar peraturan larangan cantrang harus dicabut.

Sesuai data dari Kementrian KKP, jumlah cantrang di tahun 2015 ada 5.781, dan yang sudah bersedia ganti alat tangkap 1529 kapal. Sejak tahun 2015 sampai tahun 2017 jumlah cantrang bertambah 14.357. Artinya meski secara tertulis cantrang masih dilarang, tapi pada kenyataannya justru alat tangkap cantranglah yang bisa memberi perubahan secara ekonomi,  jika dibanding kan dengan alat tangkap lain, meski pada kenyataan sudah ada nelayan yang bersedia berubah alat tangkap lain. 

Seperti saat kunjungan menteri KKP di tahun 2018. Waktu itu seluruh pemilik kapal cantrang di kumpulkan di Pelabuhan Jongor Tegalsari, Kota Tegal, Jawa Tengah. Dengan kawalan ketat, Menteri KKP lewat laut memasuki area kawasan pelabuhan Jongor.

Kalau ingat kehadirannya mentri tersebut, mirip pengawalan presiden. Namun apa yang terjadi, setelah pemilik kapal bersedia mengganti alat tangkap secara tertulis, tapi faktanya alat tangkap masih menggunakan cantrang.

Aneh memang, KKP membolehkan nelayan untuk berbuat tidak sesuai dengan kenyataan. Sehingga nelayan membayar PHP (Pungutan Hasil Perikanan) sesuai alat tangkap yang dianjurkan KKP. 

Bagi kapal nelayan yang berbobot diatas 30 gross tone, diharuskan membayar Pungutan Hasil Perikanan dibayar di muka. Karena tuntutan usaha, akhirnya nelayan beramai-ramai membayar, setelah ukur ulang. Lagi- lagi nelayan masih dibingungkan dengan status alat tangkap, karena ijinnya tidak meyebut alat tangkap cantrang.

Dan kini meski menterinya sudah bukan Susi lagi, tapi bagaimana nasib perijinan cantrang. Di sisi lain, cantrang sangat diidolakan bagi nelayan, namun dilain pihak,  secara peraturan kejelasan ijin cantrang masih menggantung.

Soal cantrang boleh melaut, hanya perintah lisan dari Presiden. Semoga menteri Edy Prabowo bisa membawa nelayan sejahtera, aman dan nyaman di laut, serta membawa perubahan ke arah lebih baik bagi pelaku usaha perikanan. Penulis berharap pada mentri yang baru, agar nasib cantrang tidak malang, karena nelayan sangat sayang pada cantrang.

(Tambari Gustam adalah tokoh masyarakat nelayan, seniman dan budayawan. Tinggal di Muarareja, Kota Tegal, Jawa Tengah)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita