Minggu, 10/11/2019, 08:29:23
Tanaman Pohon Klengkeng di Kota Tegal Dibatasi
LAPORAN NINO MOEBI

Penanaman pohon klengkeng seusai pengukuhan Asosiasi Petani Klengkeng New Bahari Kota Tegal (Foto: Nino)

PanturaNews (Tegal) - Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Pangan (DKPPP) Kota Tegal, Jawa Tengah, memberi batasan  kepada petani Klengkeng Kota Tegal, Jawa Tengah, untuk tidak menanam pohon kelengkeng di sawah produktif.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Pangan (DKPPP) Kota Tegal, Ir Noor Fuadi disela Pengukuhan Asosiasi Petani Klengkeng New Bahari Kota Tegal di Jalan Cimahi RT 1 RW 01 Kelurahan Bandung, Tegal Selatan, Kota Tegal, Sabtu 9 November 2019.

"Kita memberikan batasan-batasan, jangan sampai tanaman Klengkeng ditanamkan di sawah produktif. Jangan sampai sawah lestari berubah jadi taman klengkeng. Nanti program pemerintah pusat berhenti," kata Noor Fuadi.

Ditambahkan, DKPPP Kota Tegal mengarahkan untuk menanam di tanah- tanah yang kurang produktif, pekarangan atau lahan yang tidak dimanfaatkan.

Noor Fuadi mengapresiasi dan ikut senang dengan terbentuknya Asosiasi Petani Klengkeng di Kota Tegal, setidaknya apabila berhasil dari hasil pohon Klengkeng akan menambah penghasilan keluarga.

DKPPP Kota Tegal berharap asosiasi tersebut agar eksis terus, jangan sampai berhenti ditengah jalan. Anggota atau petani dan masyarakat akan tergantung pada asosiasi tersebut.

Pakar tanaman klengkeng nasional yang juga pemilik hak paten, Agus Nurwanto dari Kabupaten Magelang menyampaikan, idealnya menanam klengkeng di ketinggian 600-700 diatas permukaan laut. Namun, pihaknya sudah tes menanam klengkeng di pesisir wilayah Kebumen, Pantura Pati, Demak ternyata hasil buahnya bagus.

Agus Nurwanto manargetkan untuk 12 ribu pohon klengkeng ditanam di tiap kecamatan. Yang mandiri tanpa minta bantuan dari Pemerintah. "Artinya kita asosiasi berdiri sendiri, mandiri tidak mengharapkan bantuan bibit dari pemerintah. Karena rata-rata uang bantuan itu 80 persen gagal," kata Agus. 

Menurut Agus, yang menjadi pemenang adalah pemenang tender saja, sedangkan petani selalu gagal menjadi obyek. "Kami siap membantu petani hingga masa panennya. Diperkirakan 2-3 tahun kedepan di Tegal sudah bisa panen," pungkas Agus.

Struktur kepengurusan Asosiasi Petani Klengkeng Kota Tegal, Drs HM Nursholeh M.Mpd sebagai Ketua, H Siswoyo SIP MM (sekretaris), Yayan Nurdiansyah ( bendahara), Imam Teguh Sutopo dan Herry Santoso SE (sie usaha), Urip Mursyidin dan Kasnlai (sie teknis).


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita