Selasa, 05/11/2019, 00:38:53
Penasaran, Topi Harganya Tiga Setengah Euro
Oleh: H. Tambari Gustam

Para peserta study banding saat kumpul di restoran Cordobes, Casablanca, Spanyol.

Peristawa yang tak terlupakan, saat rombongan Study Banding Wawasan kebangsaan dan toleransi kehidupan sosial ke Maroko dan Spanyol tiba di resto Cordobes, Casablanca, Spanyol.  Salah satu peserta membeli topi ori seharga tiga setengah Euro.   

Saking penasarannya, salah satu perserta study banding, Agus asal Madiun tertarik ingin membeli topi seharga tiga setengah Euro. Penulispun ikut penasaran, apa benar ada topi orisinil bertuliskan Barcelona seharga tiga setengah Euro.  

Tapi setelah penulis beli, harga yang terbandrol adalah dua puluh Euro, bahkan kaos yang katanya seharga tiga setengah Euro tidak ada. Malah pedagang asal India melempar-lempar topi ke atas, mungkin untuk meyakin penulis bahwa kwalitas topinya bagus, bukan barang grosir yang ecek-ecek.

Wah, rupanya Sean Choir sengaja ngerjain penulis, agar beli di Outlet milik orang India. Tiga setengah Euro sesuai cerita Sean Choir hanyalah isapan jempol saja. Tapi karena sudah terlanjur beli, kaos seharga dua puluh Euro dan topi seharga tujuh Euro,  akhirnya disimpan juga. Teringat omongan pemandu Tour, Jhony bahwa barang yang sudah dibeli, tidak boleh ditukar atau dikembalikan.

Ternyata topi seharga tiga setengah Euro memang tidak ada. Setelah makam malam di resto Cordobes, barulah penulis sadar, rupanya sahabat Sean Choir ingin menciptakan suasana riuh agar tidak tegang. Dan memang benar suasan malam itu di restoran Cordobes menjadi penuh tawa. Itu semua gara-gara terjebak dengan kata-kata tiga setengah Euro.

(Tambari Gustam adalah tokoh masyarakat nelayan, seniman dan budayawan. Tinggal di Muarareja, Kota Tegal, Jawa Tengah. Tambari Gustam menjadi peserta study banding toleransi kehidupan sosial dan wawasan kebangsaan ke Maroko dan Spanyol)


Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita