Kamis, 31/10/2019, 22:11:10
Makam Ayah yang Tewas Dibunuh Anaknya Dibongkar
LAPORAN NINO MOEBI

Makam Rahadi (51) warga Desa Kendayakan yang jadi korban pembunuhan dibongkar untuk diotopsi (Foto: Nino)

PanturaNews (Tegal) - Makam Rahadi (51) warga Desa Kendayakan, Kecamatan Warurejo, Kabupaten Tegal yang tewas akibat dikampak anak kandungnya sendiri, dibongkar oleh Tim DVI Polda Jawa Tengah, Kamis 31 Oktober 2019. Korban baru dimakamkan di desa setempat pada Rabu 30 Oktober 2019 sore kemarin.

Pembongkaran dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban. Hasilnya, luka pada bagian leher yang tembus ke belakang, diduga menjadi penyebab tewasnya korban.

Ketua Tim DVI, dr Istiqomah mengatakan, pihaknya telah melakukan otopsi terhadap jenazah berjenis kelamin laki-laki. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan sejumlah luka pada tubuh korban.

"Luka yang paling parah ada pada leher bagian bawah. Luka itu bahkan sampai tembus ke bagian belakang. Itu yang diperkirakan menjadi penyebab utama kematian korban," terang dr Istiqomah.

Menurut Istiqomah penyebab lain tidak ada. Luka di leher yang tembus ke belakang diduga menjadi penyebab korban kehilangan nyawanya. Proses pembongkaran makam menjadi perhatian warga sekitar.

Diketahui, Rahadi (58) tewas dibunuh anak kandungnya, Wahudin (28) menggunakan kampak. Jasad Rahadi ditemukan dalam kondisi dicor dalam septic tank.

"Kami mengetahui kejadian ini dari saksi. Dia memberi tahu diduga ada dugaan KDRT, bahkan pembunuhan. Setelah dicari keterangan, ternyata benar, korban disembunyikan di septic tank. Korban adalah ayah pelaku," ujar Kasat Reskrim Polres Tegal, AKP Gunawan Wibisono kepada wartawan, Rabu 30 Oktober 2019.

Rahadi yang merupakan warga RT 01 RW 02 Desa Kendayakan, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, tewas dikampak anak kandungnya sendiri, Wahudin di kamarnya kemarin sore.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita