Kamis, 10/10/2019, 23:10:23
Rumah Pelaku Penusukan Wiranto Dijaga Ketat
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Rumah Fitri, pelaku penyerangan kepada Wiranto dijaga polisi (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Rumah pelaku penyerangan kepada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto di Alun-alun Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, dijaga ketat aparat.

Saat itu, Wiranto usai menghadiri peresmian gedung di Universitas Mathalaúl Awal, Pandeglang, tiba-tiba diserang oleh orang yang tidak dikenal, kepolisian Kamis 10 Oktober 2019 siang.

Pelaku tersebut menyerang Wiranto menggunakan sebuah benda tajam. Tak berapa lama, seperti yang dikabarkan, seorang wanita hendak melakukan penyerangan kembali kepada Wiranto, namun berhasil digagalkan.

Akibat kejadian ini, Wiranto, seorang ajudannya dan Kapolsek mengalami luka-luka hingga harus dirawat di rumah sakit.

Diketahui, dua pelaku penusukan Wiranto ternyata sepasang suami istri yang berusia masing-masing 31 tahun dan 21 tahun. Kedua pelaku itu nekat menikam Wiranto sesaat setelah turun dari mobil di alun-alun Menes, Pandeglang. Berdasarkan keterangan polisi, pelaku perempuan bernama Fitri Andriana.

Perempuan berusia 21 tahun ini lahir di Brebes, 5 Mei 1998. Dalam kartu tanda penduduk (KTP) miliknya, Fitri beralamat di Desa Sitanggal, Kabupaten Brebes. Di Pandeglang. Fitri tinggal di Kampung Sawah.

Sang suami yang juga eksekutor penusuk Wiranto, yakni Syahril Amansyah alias Abu Rara. Abu Rara lahir di Medan, 24 Agustus 1988. Dia tinggal di Jalan Syahrial VI No 104 LK, Ds, Tanjung Mulia Hilir, Kec. Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara. Keduanya langsung ditangkap dan dibawa ke Mapolsek Menes.

Sementara, rumah orangtua Fitria Diana atau Fitri Andriana, pelaku penusukan Menko Polhukam Wiranto dijaga ketat petugas Polres Brebes.

Sejumlah aparat berjaga mulai dari pintu hingga sekeliling rumah yang terletak di Gang Arjuna Barat, Dukuh Sitanggal I, Desa Sitanggal, RT 7 RW 2, Kecamatan Larangan, Brebes, Jawa Tengah itu. Mereka juga menggeledah isi rumah.

Informasi yang dihimpun, petugas kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti yang menguatkan dugaan Fitria Diana terpapar paham radikal.

Perangkat Desa Sitanggal, Wartono, mengatakan polisi menyita barang bukti berupa enam anak panah, satu busur, dan satu dus buku-buku. Namun, dia tidak tahu pasti judul dan isi buku yang diamankan petugas.

"Tadi saya lihat ada enam anak panah, busur, dan buku satu dus yang diamankan polisi. Cuma saya tidak tahu buku itu judul dan isinya apa saja," tuturnya kepada awak media.

Hingga berita ini diturunkan, petugas kepolisian dari Satreskrim Polres Brebes masih berada di dalam rumah bersama orangtua pelaku, Sunarto dan Charty.

Di luar rumah, ratusan warga yang merupakan tetangga pelaku ramai berkumpul. Mereka ingin menyaksikan proses penggeledahan yang dilakukan petugas.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita