Senin, 07/10/2019, 21:41:57
4 Warga Tegal Masih di Wamena, 2 Sudah Pulang
LAPORAN NINO MOEBI

Dua warga Kabupaten Tegal yang sudah dipulangkan dari Wamena menerima santunan (Foto: Nino)

PanturaNews (Tegal) - Empat warga Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, dipastikan masih berada di Wamena, paska kerusuhan di Papua. Pemerintah Kabupaten Tegal, sedang upaya memulangkan mereka. Sedangkan dua orang sudah berhasil dipulangkan.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Tegal, Hj. Umi Azizah dikantornya, Senin 7 Oktober 2019.

"Dua orang sudah pulang ke Tegal, dan tinggal empat orang lagi sedang kita upayakan agar mereka bisa pulang. Dinas Sosial sedang upayakan secepatnya," tutur Hj. Umi Azizah.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tegal, Dra Nurhayati, MM dikantornya mengatakan, Dinsos diperintahkan oleh Bupati Tegal untuk memfasilitasi pemulangan semua warga Kabupaten Tegal yang ada di Jayapura. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah.

Dua orang yang sudah pulang ke Tegal adalah pedagang martabak, Solihin (46) dan Tresno (35) warga Yamansari, Kecamatan Lebakisu, Kabupaten Tegal, Sabtu 5 Oktober 2019. Keduanya telah diberikan santunan dari Pemkab Tegal, masing-masing sebesar Rp 1.500.000.

Disebutkan informasi awal warga Tegal yang tersisa ada tiga orang, yakni Miyono (51) warga RT 003 RW 03 Prupuk Selatan, Kecamatan Margasari, Nawang Wulan Purnamawati (31) warga RT 01 RW 07, Slawi Kulon dan Prasojo Gito (33) warga RT 05 RW 01 Slawi Wetan. Informasi terbaru ada tambahan lagi satu orang yakni Cahyono warga RT 03 RW 05 Desa Pakulaut, Margasari Kabupaten Tegal," terang Nurhayati.

Hasil komunikasi dan koordinasi dengan Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Jateng, penanganan terkait pemulangan warga bisa langsung oleh Kabupaten/Kota.

"Hari ini kita sedang mencari tiket pesawat untuk mereka. Prinsipnya kita siap menjemput kedatangan mereka, baik melalui Semarang maupun Jakarta," tegas Nurhayati.

Enam orang warga Tegal yang terdampak rusuh di Wamena, akan mendapat bantuan masing-masing sebesar Rp 6.500.000 per orang.

Diketahui, kerusuhan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, telah mengakibatkan 26 korban tewas dan 66 korban luka-luka yang masih dirawat di rumah sakit. Kericuhan terjadi saat pembubaran demonstrasi pelajar dan warga di Wamena oleh aparat gabungan TNI-Polri.

Kerusuhan juga menyebabkan gelombang kepulangan warga-warga ke tempat asalnya. Sekitar 5.500 pengungsi korban kerusuhan Wamena di markas Komando Distrik Militer 1702 Jayawijaya membutuhkan bantuan pakaian, makanan, dan barang-barang keperluan anak dan perempuan.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita