Rabu, 02/10/2019, 08:39:21
Mahasiswa Sebagai Jantung Rakyat
Oleh: Eti Nurul Hikmah

Tayangan ujian reformasi yang ditampilkan dalam chanel televisi trans 7 menuai banyak dukungan dari berbagai pihak termasuk kaum mahasiswa. Pada tontonan tersebut memberikan sebuah inspirasi bagi mahasiswa lain ataupun sebaliknya memberikan sebuah kritikan untuk para elit politik.

Di dalam tubuh manusia terdapat hal yang sangat vital yaitu diantaranya adalah jantung. Mahassiwa selain menjadi penyambung lidah msyarakat, mahasiswa adalah jantung bagi rakyat. Kenapa dikatakan demikian?

Jantung adalah organ vital yang ada pada manusia. Ketika seseorang sistem kerja jantung bermasalah maka manusia  tersebut akan merasakan sakit. Ketika sistem kerja jantung sudah tidak berfungsi maka, orang tersebut akan meningga dunia.

Harta kemewahan yang dimilki mahasiswa adalah idiologi dari mahasiswa tersebut. Idialisme yang akan tenang menjaga gelar mahasiswa tersebut. Sebagai jantung rakyat yang beroperasi menjadi hal yang sangat penting tentu memiliki kerja sistem yang berbeda dengan organ lainnya. Jantung adalah sumber pernafasan yang dimilki manusia. Berbeda dengan ginjal empedu, hati, dan lain sebagainya. Meskipun sistem kerja yang terjadi sangatlah sederhana, namun memiliki kekuatan yang luar biasa.

Akhir-akhir ini presiden telah mengintruksikan kepada Kemenrsitekdikti untuk mengeluarkan surat pemberitahuan tentang mencegahnya aksi yang masih berlanjut begitu saja. Hal ini sudah diketahui khalayak umum bahkan mediapun sudah mempublikasikan. Selain dalam hal itu mahassiwa menolak bertemu dengan presiden jika dalam ruangan tertutup artinya pemikiran  mereka tidak membawa missinya sendiri yaitu membawa kepentingan masyarakat.

Selain dalam hal ini banyak yang memberi kenyataan bahwa aksi mahasiswa adalah semata-mata ditunggangi oleh kepentingan para elit politik. Isu yang mereka bawa akan sedikit memberikan sebuah keraguan kepada masyarakat bahwa aksi unjuk rasa hanya untuk membela kepentingan elit politik, kepentingan masyarakat. Media semakin memburuk itulah yang sedang terjadi, sudah seharusnya media yang ditayangkan untuk masyarakat umum merupakan berita yang tidak di reka-reka.

Sebagai jantung masyarakat dengan kesadaran yang dimiliki. Mahasiswa unjuk rasa hanya untuk membela masyarakat bukan, semata-mata untuk kepentingan diri sendiri. Para elit politik sudah seharusnya mendengarkan aspirasi dari kawan-kawan mahasiswa bukan hanya menyimak lantas menyimpulkan begitu saja. Saat ini yang sedang terjadi adalah demokrasi di indonesia sedang melemah. Salah satu organ yang pada di indonesia telah rusak sehingga membutuhkan banyak dokter yang akan memberikan rasa sakit itu menjadi lebih baik.

Mahasiswa sebagai jantung rakyat sangat memiliki kedekatan emosional dengan rakyat. Jika memakai logika yang benar. Rakyat mereka mampu berbicara tapi tidak begitu paham tentang permasalahan nasional yang ada di indonesia. Rakyat sebagai kaum awam hanya mampu menonton kabar indonesia lewat berita yang ditayangkan ditelevisi, selain dalam hal itu rakyat sangatlah membutuhkan arahan dari mahasiswa sebagai kaum akademis yang sangat dekat pula dengam pemerintah.

Saat ini yang sedang terjadi bukanlah kepentingan rakyat yang diutamakan tapi rakyat sebagai budak dari penghasilan  yang menguntungkan para elit politik. Dari keresahan yang dirasakannya mulailah mahasiswa untuk tetap bekerja dan berusaha agar keadilan dan kesejahteraan tetap memihak pada masyarakat indonesia bukan beberapa golongan saja.

(Eti Nurul Hikmah adalah Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)


Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita