Rabu, 14/08/2019, 18:02:34
Bersitegang, Kades dan Rivalnya Akhirnya Damai
LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN

Kades Kalinusu Wasid (baju putih) dan bekas rivalnya Khaeroni (baju hitam) berdamai dan bersalaman setelah mediasi di Polsek Bumiayu (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Kepala Desa (Kades) Kalinusu Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Wasid bersitegang dengan Khaeroni yang tidak lain rivalnya pada Pilkades Juni 2019 lalu. Beruntung ketegangan itu dapat diselesaikan di kantor Polsek Bumiayu, Rabu 14 Agustus 2019.

Ketegangan itu bermula ketika pada Senin 12 Agustus 2019 salah warga setempat yang diketahui bernama Soleh, sekira tengah malam menyiramkan air ke halaman rumah Wasid. Hal itu diketahui oleh warga lainnya dan menduga ada niat buruk pada Wasid sebagai Kades.

Soleh kemudian diamankan dan sempat dibawa ke Polsek Bumiayu untuk menghindari amarah warga lainnya terutama dari para pendukung Wasid. Pengakuan Soleh setelah diamankan dirinya melakukan itu atas perintah Khaeroni dan bertujuan baik.

Pada Rabu 14 Agustus 2019 dilakukan mediasi di Kantor Polsek Bumiayu yang dipimpin oleh Kapolsek Bumiayu AKP Wawan Dwi Leksono dan disaksikan Danramil Bumiayu, Kapten Ngadino.

Pada mediasi tersebut Wasid mengatakan, dirinya merasa terancam dengan adanya penyiraman air tengah malam di dekat rumahnya. "Ini jelas ada maksud buruk pada saya atau keluarga saya, sehingga para tim sukses saya juga marah dengan adanya itu, padahal Pilkades sudah selesai dan tidak ada masalah," katanya.

Sementara itu, Khaeroni mengakui telah memerintah Soleh untuk menyiramkan air ke rumah Wasid dan bertujuan untuk kebaikan agar ada kedamaian setelah Pilkades. "Benar saya yang memerintahkan dan tujuannya baik bukan untuk menyakiti," katanya.

Menurutnya, setelah Pilkades yang dimenangkan Wasid, Khaeroni merasa dirinya yang juga mantan Kades merasa dipojokkan dan sering dijelekkan bahkan dicaci maki oleh tim suksesnya Wasid. Khaeroni bermaksud agar Wasid dapat mengendalikan timnya untuk berhenti dari tindakan menjelek-jelekkan dirinya dan juga keluarganya.

"Air itu maksudnya supaya tidak ada lagi yang mencela dan menjelek-jelekkan saya sebagaimantan Kades, bukan untuk mencelakakan," kata Khaeroni.

Hal itu juga dibenarkan oleh Suhendar warga dari Bantarkawung yang dianggap orang pintar dan dimintai air oleh Khaeroni untuk membantu menyelesaikan persoalannya, agar orang-orang berhenti memojokkannya.

"Saya yang diminta dan memberi air dan maksudnya untuk kebaikan agar ada kedamaian tidak yang saling menjelekkan," katanya.

Persolanan akhirnya selesai setelah Suhendar diminta bersumpah dengan kitab Alquran, bahwa air yang diberikan bukan untuk tujuan buruk. Sumpah itu dilakukan dengan disaksikan peserta yang hadir pada mediasi tersebut.

Selain itu juga dibuat surat pernyataan untuk damai dan tidak lagi perselihan antara Wasid dan Khaeroni dan juga masing-masing pendukungnya. Surat pernyataan damai itu ditandatangani oleh Wasid dan Khaeroni beserta saksi-saksi dari tokoh masyarakat Kalinusu yang juga hadir di mediasi tersebut.

Kapolsek Bumiayu AKP Wawan Dwi Leksono mengatakan, persoalan antara telah selesai dan warga diminta untuk kembali menjada kerukunan dan kedamaian. Aksi dukung mendukung atai tim sukses sudah tidak ada lagi karena Pilkades sudah selesai.

"Mulai sekarang tidak ada lagi tim sukses, semua harua s rukun dan kembali memikirkan pembangunan dan kemajuan desa Kalinusu," tegasnya saat menutup mediasi.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita