Selasa, 13/08/2019, 17:56:57
Dua Kelompok Warga Ikuti Pelatihan Las dan Montir
LAPORAN SL. GAHARU

Kabid PTK Disnaker memberikan pembekalan dan motivasi (atas), para peserta praktek montir sepeda motor (Foto: Gaharu)

PanturaNews (Tegal) - Sebanyak 20 warga Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat dan 20 warga Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, Jawa Tengah, mengikuti pembekalan dan pelatihan program tenaga kerja mandiri (TKM) bidang usaha Las dan TKM bidang Montir sepeda motor, Selasa-Kamis 13-15 Agustus 2019.

Untuk pembekalan dan pelatihan TKM bidang usaha Las diikuti 20 pemuda dari Kelurahan Tegalsari, dan TKM bidang Montir sepeda motor diikuti 20 pemuda dari Kelurahan Mintaragen.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tegal, Heru Setiawan yang membuka dimulainya pembekalan dan pelatihan TKM mengatakan, TKM bidang usaha Las dilaksanakan di Aula Disnaker Kota Tegal, sedangkan untuk prakteknya akan dilaksanakan di SMK YPT.

“Sementara untuk TKM bidang Montir sepeda motor dilaksanakan di LPK Arum depan Terminal Bus Kota Tegal sekaligus menyediakan instrukturnya,” ujarnya, Selasa 13 Agustus 2019.

Kabid Pembinaan Tenaga Kerja (PTK) Disnaker Kota Tegal, Heri Eko Purnomo yang memimpin langsung pembekalan, berharap pelaksanaan pelatihan ini akan menciptakan usaha baru TKM. Program pelatihan menjadi upaya untuk mewujudkan pembangunan bidang ketenagakerjaan yang kuat, inklusif dan berkelanjutan.

“Program ini adalah aspirasi dari Anggota DPR RI, DR. Hj. Dewi Aryani. Sebelumnya juga dilaksanakan pelatihan ternak lele dan tata boga. Setelah pelatihan, para peserta diberi bantuan peralatan,” jelas Heri Eko Purnomo.

Lebih lanjut dikatakan, setelah pelatihan para peserta didorong untuk membuka usaha baru. Disnaker akan mengawasi, sehingga ilmu dan peralatan yang diberikan tidak sia-sia.

“Para peserta pelatihan harus membuktikan setelah ini bisa menciptakan pekerjaan,” harap Heri Eko Purnomo.

Pada kesempatan itu, Heri Eko Purnomo memberikan motivasi kepada para peserta. Peserta harus punya tekad yang kuat agar berhasil. Menurutnya, peserta jangan pesimis. Kalau mau sukses, harus optimis.

“Setelah pelatihan dibuat perjanjian dan serahterima bantuan alat. Alat tidak boleh dijual belikan. Harus digunakan,” tegasnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi 9 DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, DR. Hj. Dewi Aryani, MSi yang akrab disapa DeAr mengatakan, bahwa program tenaga kerja mandiri yang menjadi program unggulan, bertujuan untuk memperluas kesempatan kerja bagi tenaga kerja formal dan informal.

“Setelah selesai pelatihan, para peserta akan kami berikan bantuan peralatan, sehingga para peserta bisa melakukan usaha secara mandiri,” ujar Dewi Aryani yang terpilih kembali menjadi Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Tengah IX (Kota Tegal, Kab. Tegal, Kab. Brebes) periode 2019-2014.

Dijelaskan Dewi Aryani, peserta pelatihan diberikan keterampilan teknis berupa teori dan praktek pengelasan dan montir sepeda motor. Program TKM bertujuan menciptakan dan memperluas kesempatan kerja melalui pembimbingan dan fasilitasi, untuk menumbuhkan usaha ekonomi masyarakat.

“Dengan pelatihan TKM ini, bisa menciptakan lapangan kerja dan usaha yang poduktif serta mengurangi pengangguran,” tutur DeAr.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita