Selasa, 13/08/2019, 11:40:42
FKD Kalijurang Gelar FGD Bahas Dampak TPA
LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN

Kegiatan FGD di Deaa Kalijurang membahas dampak TPA di desa tersebut (Foto:  Zaenal Muttaqin) 

PanturaNews (Brebes) - Forum Kesehatan Desa (FKD) Kalijurang Kecamaran Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menggelar Focus Group Discussion (FGD) membahas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang ada di desa tersebut, Selasa 13 Agustus 2019.

Diskusi dengan topik "TPA Kalijurang Harus Bagaimana" yang digelar di kantor Balai Desa tersebut diawali dengan peninjauan ke lokasi TPA. Acara dipandu oleh ketua FKD Dwi Mei Ismawan ini, dihadiri Camat Tonjong, Cecep Suganda, Kepala Puskesmas Tonjong, dr Ida Rahmawati, Kapolsek Tonjong, Kompol Sapari, Kepala UPTD Pengelolaan Sampah Kantor Lingkungan Hidup (LH) Bumaiyu, Drajat dan warga masyarakat.

Kepala Desa Kaliurang, H Edi Riyanto dalam sambutannya mengungkapkan, keberadaan TPA Kalijurang telah menggangu kenyamanan masyarakat. Bau yang menyengat dan asap dari pembakaran sampah juga menimbulkan polusi udara.

"Keluhan warga terutama yang dekat dengan TPA, merasakan bau yang nyengat dan juga polusi udara," katanya.

Dikatakan, kondisi tersebut tidak mungkin dibiarkan karena masyarakat butuh kenyamanan dan dikhawatirkan lagi jika berdampak timbulnya penyakit bagi warga. Melalui forum FGD tersebut diharapkan ada solusi yang tepat dan bijak.

"Perlu solusi agar warga tidak terganggu kenyamanannya dan juga tidak berdampak buruk bagi kesehatan," ucapnya.

Camat Tonjong Cecep Suganda juga mengingatkan agar ada penyelesaian, karena masalah sampah merupakan masalah bersama. Pemerintah Desa juga dapat mengalokasikan anggaran untuk penanganan dampah di desa.

"Sampah adalah masalah bersama perlu penyelesaian, setidaknya dpat meminimalisir dampaknya," katanya.

Kegiatan FGD nampak hidup, terutama dengan adanya keluhan warga yang merasakan dampak adanya TPA. Ada warga yang mengaku terkena penyakit gatal-gatal dan ada pula yang mengaku sangat terganggu dengan baubyang menyengat dan polusi udara.

"Pada saat kemarau biasanýmpah dibakar sehingga asapnya yang banyak sanhat mengganggu kenyamanan," kata Wasmun salah sati warga.

Ketika berita ini ditulis kegiatan FGD masih berjalan. Beberapa nara sumber terkait yang hadir diharapkan dapat memberikan solusi yang baik.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita