Jumat, 09/08/2019, 21:33:12
Wanita Penculik Anak Balita, Nyaris Dimassa
LAPORAN JOHARI

Tampang Penculik anak

PanturaNews (Tegal) – Vidia (24) warga Jalan Cik Ditiro Kelurahan Bandung RT 02/01, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, Jawa Tengah, terpaksa diamankan warga dan serahkan ke Polsek Tegal Selatan. Pasalnya ia ketangkap basah membawa lari Balita, Musa Ashadul Kahfi (3,5) anak pasangan Andi Kurniawan (36) dan Aida Abdullah (32), warga Jalan Beo Kelurahan Randugunting Kecamatan Tegal Selatan Kota Tegal, Jumat 09 Agustus 2019 pukul 07.00 WIB.

Pelaku diteriaki penculik oleh warga, karena membawa Balita hingga 150 meter, sambil digendong.

Kapolsek Tegal Selatan Kompol Juharno SH mengatakan, Jumat 09 Agustus 2019 sekitar pukul 07.30 WIB. Saat bocah Balita tengah bermain di halaman rumahnya, pelaku mendekati dan langsung menggendong korban dan berusaha melarikan diri.

Jarak sekitar 150 meter, kebetulan salah seorang tetangganya melihat  Kahfi digendong orang yang tidak dikenal. Selanjutnya, saksi memberitahukan kepada orang tua korban dan langsung melakukan pengejaran.

“Beruntung, warga sekitar mampu menahan emosi, sehingga pelaku tidak menjadi bulan-bulanan warga yang geram dan sudah terlanjur emosional,” kata Juharno.

Selanjutnya waraga menghubungi petugas Polsek Tegal Selatan dan kini pelaku sudah diamankan di  Mapolsek Tegal selatan untuk kepentingan penyelidikan.

“Pelaku saat ini sudah kita amankan, untuk mengetahui apakah pelaku punya kelainan atau tidak perlu diperiksa  ke dokter jiwa," tegasnya.

Kapolsek berpesan kepada masyarakat, jangan biarkan anak Balitanya main sendirian meski itu di depan rumah. Harus diawasi dan masih dalam pantaun, kalau tidak bisa mengawasi lebih baik di dalam rumah dan pintu dikunci. Hal itu untuk menjaga keamanan si anak.

Sementara menurut Badriah (49), orang tua pelaku mengaku anaknya punya kelainan, karena  sering tidak pulang. Sejak kelas 3 SD, vidia sudah menampakan punya kelainan, seperti sering tidak pulang bahkan sering marah-marah sendiri tanpa alasan. Keseharian anaknya kerja di salah satu toko kelontong, bagian bungkusi gula. Tapi kalau lagi kumat, pergi  sendiri. Kalau ditanya katanya habis main kerumah temannya.

“Kalau lagi waras kerja di toko, tapi kalau lagi kumat pergi entah kemana, kadang pulang malam kadang tidak pulang, kalau ditanya katanya habis main kerumah temannya,” kata Badriah.   

 


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita