Selasa, 06/08/2019, 22:22:07
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II/2019 sebesar 5,05%
Oleh: Neni Retnahayati

Ilustrasi

Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis angka pertumbuhan ekonomi triwulan II tahun 2019. Secara year on year (yoy), yakni pertumbuhan ekonomi triwulan II tahun 2019 dibandingkan dengan triwulan II tahun 2018 sebesar 5,05 persen. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan pada komponen LNPRT sebesar 15,27 persen.

Penguatan pertumbuhan konsumsi LNPRT pada triwulan II/2019 terutama dipicu oleh adanya kegiatan kampanye pemilihan presiden dan wakil presiden serta pemilihan anggota legislatif. Selain itu, adanya kegiatan pemungutan suara untuk memilih presiden dan wakil presiden, pemilihan anggota legislatif Dewan Perwakilan Rakyat, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, dan Dewan Perwakilan Daerah turut memicu pertumbuhan konsumsi LNPRT.

Konsep LNPRT yang digunakan oleh BPS merupakan entitas legal maupun sosial yang tidak dikendalikan pemerintah dan dibentuk untuk meyediakan barang dan jasa secara gratis atau dengan harga yang tidak signifikan secara ekonomi kepada anggotanya/rumah tangga/kelompok masyarakat. LNPRT diklasifikasikan berdasarkan kegiatan utama lembaga, yakni perumahan; kesehatan; rekreasi dan kebudayaan; pendidikan; jaminan sosial; keagamaan; partai politik, organisasi buruh, dan organisasi profesi; lingkungan hidup; dan jasa-jasa.

Laju pertumbuhan pengeluaran konsumsi pemerintah secara yoy sebesar 8,23 persen. Pertumbuhan tersebut disebabkan oleh kenaikan realisasi belanja barang dan jasa serta belanja pegawai (APBN), terutama untuk konsumsi kolektif yang terjadi pada belanja barang nonoperasional. Sementara untuk konsumsi individu terjadi pada belanja Badan Layanan Umum (BLU).

Secara yoy, laju pertumbuhan pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 5,17 persen. Pertumbuhan pengeluaran konsumsi rumah tangga yang memiliki kontribusi terhadap PDB sebesar 55,79 persen, terutama didorong oleh pengeluaran untuk kelompok kesehatan dan pendidikan.

Pertumbuhan Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (PMTB) secara yoy sebesar 5,01 persen. Hal tersebut disebabkan masih adanya pembangunan infrastruktur yang berlangsung di beberapa daerah, baik pembangunan baru maupun lanjutan pembangunan dari periode sebelumnya. Selain itu, adanya pembangunan barang modal jenis mesin dan perlengkapan yang dipengaruhi oleh meningkatnya nilai impor dan produksi domestik.

Pertumbuhan ekonomi secara q to q, yakni ekonomi triwulan II tahun 2019 dibandingkan dengan triwulan II tahun 2018 sebesar 4,20 persen. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan pada pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 36,28 persen.

Realisasi belanja pemerintah (APBN) triwulan II tahun 2019 mencapai Rp582,45 triliun (23,67 persen dari pagu 2019 sebesar Rp2.461,11), naik dibanding realisasi triwulan II tahun 2018 yang mencapai Rp524,88 triliun (23,64 persen dari pagu 2018 sebesar Rp2.220.70 triliun).

Pemerintah menginginkan agar terjadi pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, diharapkan negara Indonesia dapat melangkah menjadi negara berpendapatan tinggi.

(Neni Retnahayati adalah Statistisi Muda, Badan Pusat Statistik (BPS)


Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita