Senin, 01/07/2019, 23:45:26
Tipikor Polres Brebes Tangkap Kades Sindangjaya
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Kades Singjaya ditahan Unit Tipikor Polres Brebes. (Foto: dok)

 

PanturaNews (Brebes) – Tim unit tindak pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Brebes, tahan Kepala Desa Sindangjaya, Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebes, Taswi (47). Tersangka ditangkap atas kasus dugaan korupsi dana desa di tahun 2017 lalu, baik yang bersumber dari APBN atau Provinsi.

Termasuk anggaran dana desa dan Bantuan Keuangan Gunernur Jateng, hingga menyebabkan kerugian keuangan negara hingga Rp 500 juta lebih. Bahkan, beberapa bantuan keuangan lainnya, termasuk dugaan penggunaan dana Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Adapun tersangka membantah jika dirinya diduga melakukan tindak pidana korupsi. Sebab, dari sumber dana desa, uangnya telah dibelanjakan untuk pembelian material. Termasuk, dari dana bantuan gubenur untuk pembangunan infrastruktur. Meski begitu, tersangka mengaku, dari pekerjaan tersebut memang belum semuanya selesai dikerjakan.

"Jadi begini, sebenarnya saya ya belum menggunakan untuk kepentingan pribadi. Semua dana digunakan untuk belanja material seperti semen dan pasir. Kalau pekerjaan dana desa tinggal sedikit lagi selesai," kilah Taswi, Senin 1 Juli 2019.

Meski begitu, tersangka mengakui, bahwa sebagian uang hasil korupsi digunakan untuk keperluan pribadinya sendiri.

"Ya memang saya akui ada korupsi uang dari itu. Tapi, saya hanya pinjam saja dan sudah dibelanjakan untuk membeli material untuk kebutuhan desa," paparnya.

Sementara itu, KBO Satreskrim Polres Brebes Iptu Triyatno menjelaskan, kasus dugaan korupsi yang dilakukan tersangka sebanyak lima. Di antaranya, dana desa tahun 2017, bantuan gubernur untuk pembangunan infrastruktur desa di tahun 2017.

"Dari dana bantuan gubernur ini, masih ada 75 persen pekerjaan yang belum dilaksanakan. Sementara untuk dana desa juga masih ada pekerjaan yang belum dilaksanakan," ujar Triyatno di Mapolres Brebes, Senin 1 Juli 2019.

Hasil pendalaman, lanjut dia, tersangka diduga juga melakukan tindak pidana korupsi bantuan Bupati untuk Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) tahun 2018. Kemudian, dugaan korupsi atas dana PBB dari tahun 2013 hingga 2017, serta dana Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPH) yang bersumber dari semua anggara desa di tahun 2017.

Sedangkan dana program Pamsimas ini, kegiatannya tidak dikerjakan sama sekali oleh tersangka. Kemudian, dana PBB yang dipungut dari masyarakat juga tidak disertorkan ke kantor pajak termasuk dana PPN serta PPH juga tidak disetorkan oleh tersangka.

"Dari hasil audit yang dilakukan Inspektorat Kabupaten Brebes, tindakan tersangka ini telah menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 574.609.232," terangnya.

Atas pengakuan tersangka ini, uang dari hasil dugaan korupsi itu digunakan untuk kepentingan pribadi. Salah satunya dipakai untuk bisnis penggandaan uang.

“Tersangka dijerat pasal berlapis Undang-undang Tindak Pidana Korupsi dan KUHP dengan ancam hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun kurungan penjara," pungkasnya.

.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita