Rabu, 26/06/2019, 17:01:56
Arpusda Kota Tegal Terbitkan Buku Cerpen
Laporan Tim PanturaNews

Dwi Ery Santoso – Lanang Setiawan

PanturaNews (Tegal) - Khalayak Sastra Tegal bakal disuguhi karya cerpen Tegalan oleh para guru  SMP se-Kota Tegal yang tergabung dalam Komunitas Centong (Cerpene Wong Tegal Asli). Sebanyak 12 cerpen karya mereka akan diterbitkan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpusda) Kota Tegal. Terkait keperluan itu, Arpusda menunjuk dua tokoh sastrawan Tegalan Lanang Setiawan dan Dwi Ery Santoso sebagai editor.

Demikian hal tersebut dikatakan Kadinas Arpusda Kota Tegal, Moh. Afin, S.IP lewat Kabit Wiluyo, S.IP kepada wartawan, kemarin.

"Sesuai Daftar Pelaksanaan Anggaran (DPA) Bidang Kearsipan Dinas Arpus Kota Tegal Tahun Anggaran 2019, telah ditetapkan rencana penerbitan buku cerpen Tegalan bagi para guru SMP Kota Tegal," kata Afin.

Menurutnya, dari sejumlah 25 cerpen yang masuk dipilih 12 cerpen yang laik untuk diterbitkan dengan aspek kebahasaan, tata bahasa, ejaan, penulisan, kaidah bahasa yang berlaku.

"Semua materi cerpen harus terhindar dari unsur Sara atau hal-hal tidak etis mengedepankan etika," paparnya.

Sementara itu, Lanang Setiawan mengatakan 6 cerpen yang sudah berhasil diedit dan dinyatakan lolos, yakni cerpen berjudul Puspa (Prasetyawati), Nini Tuwa.

(Sri Handayani Reksowati), Kedung (Heni Oemar), Mutiara sing Ilang (Siti Maksumah), Ora Kebendung (Diyah Latifah), dan Dayohe Akeh (Rahayu).

"Setiap editor menyeleksi materi yang masuk dan mengeditori. Dari 12 cerpen yang dipilih, dibagi dua. Masing-masing editor mengedit 6 cerpen," kata Lanang.

Adapun 6 cerpen lainnya menjadi tugas mengedit yakni Dwi Ery Santoso.

Lebih lanjut, Dwi Ery Santoso mengatakan, materi cerpen yang menjadi tanggung jawabnya, tinggal menunggu satu dua cerpen selesai diedit.

"Sebelum batas waktu 30 Juni mendatang, 6 cerpen insyaallah selesai," katanya.

Siapa-siapa yang cerpennya bakal lolos, Ery berapologi bahwa kebanyakan thema yang diangkat para guru berkisar tentang pengalaman individu dan peristiwa yang terjadi saat mereka mengadapi anak didik.

"Rata-rata cerpen mereka pengalaman empirik dan rata-rata menarik. Ini menggembirakan sekali. Sebuah sembangsih para guru atas kepedulian mereka pada dunia sastra berbasis bahasa ibunya," katanya.

Menurut rancana, buku kumpulan cerpen tegalan ini berjudul "12 Cerpen Tegalan Guru-guru Pilihan", dan secepatnya diterbitkan.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita