Sabtu, 08/06/2019, 19:16:23
Seru, Reuni SMP N 1 Tanjung Angkatan 1997
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Para alumni SMP Negeri 1 Tanjung angkatan tahun 1997 foto bersama. (Foto: Takwo Heriyanto)

 

PanturaNews (Brebes) – Alumi SMP Negeri 1 Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, angkatan tahun 1997 menggelar acara temu kangen atau reuni di aula SMP Negeri setempat, Sabtu 8 Juni 2019, siang.

Meskipun acara reuni yang diadakan tersebut berlangsung cukup sederhana. Namun, berjalan dengan meriah dan penuh dengan nuansa keakraban, layaknya masih duduk di bangku sekolah menengah.

Tidak sedikit yang merasa pangling (terkejut) atau terheran-heran saat saling berjumpa dan bertatap muka. Bahkan, tidak sedikit pula yang lupa dengan nama-namanya ataupun wajahnya. Sampai-sampai menyapa dengan sebutan “kie sapa yah”? (ini siapa yah).

Yah, wajar saja. Pasalnya sudah 22 tahun tidak pernah ketemu, sehingga lupa dengan nama dan wajahnya, yang berbeda saat masih menggunakan seragam putih biru dulu kala. Apalagi, datang dengan menggendong anak-anaknya yang masih kecil dan imut-imut.

Namun, tidak sedikit pula yang masih ingat dengan nama dan wajahnya, khususnya bagi mereka yang saat itu duduk bersama satu kelas ataupun sama-sama tinggal di satu daerah.

Acara semakin seru, ketika sejumlah guru yang pernah mengajar saat itu, di undang hadir untuk menambah kemeriahan. Diantaranya adalah guru mata pelajaran elektronik (Pak Castolib), guru mata pelajaran kesenian (Bu Sri Hartati), guru olahraga (Pak Sartono) dan guru mata pelajaran bahsa inggris (Pak Abdul Jalil).

Perwakilan dari mereka, salah satunya adalah Pak Castolib pun diminta oleh panitia dan pembawa acara, seperti Titin Tofrikhiatin, Ika Yanuar, Herwanto (Boim), Nurul Vivi dan Kusnanto serta panitia lainnya, untuk memberikan sambutan dalam acara reuni ini.

Dalam sambutannya, dia memberikan apresiasi kepada seluruh alumni SMP Negeri 1 Tanjung yang hadir, khususnya kepada panitia selaku penggerak acara reuni.

“Saya beri apresiasi kepada kalian semua, bisa mengadakan acara reuni seperti ini, karena tidak mudah untuk mengundang teman-teman kita semua untuk bisa berkumpul. Apalagi masih dalam nuansa lebaran idul fitri seperti ini. Terimakasih sudah mengundang saya dalam acara ini. Semoga kedapan bisa mengadakan acara seperti ini lagi,” ujar Pak Castolib.

Pada kesempatan ini, guru yang suka humor saat memberikan mata pelajaran elektronik kepada anak-anak didiknya, berbagi cerita lucu, yang masih diingatnya saat memberikan materi pelajaran saat itu.

“Saya masih ingat betul saat mengajar dulu. Ada murid saya yang mau mengajak berantem. Alasannya adalah kenapa kalau saya mengajar selalu yang ditayakan kepada salah satu murid bernama Lilis. Nah, rupanya si murid itu cemburu,” kata Pak Castolib, yang disambut gelak tawa para alumni SMP Negeri 1 Tanjung yang mendengar ceritanya.

Nampaknya, Lilis yang kebetulan hadirpun dibuat tersenyum-senyum mendengar ceritanya. Siapa Lilis?. Sepertinya menjadi para idola bagi murid-murid, khususnya laki-laki, yang saat itu, bahkan sampai saat ini pun masih menjadi para idola bagi mereka.

Usai sambutan Pak Castolib, acara dilanjutkan dengan pesan dan kesan yang disampaikan oleh beberapa perwakilan alumni SMP Negeri 1 Tanjung, melalui undian berdasarkan daftar hadir. Diantara yang memberikan pesan dan kesan adalah Takwo Heriyanto dan Maksum.

Dalam pesan dan kesannya, ia memperkenalkan dirinya, mulai dari duduk di bangku menempati kelas 1 hingga kelas 3 dan tempat tinggalnya. Ia juga memperkenalkan sudah berkeluarga dan di karuniai dua anak. Termasuk menyampaikan pekerjaan yang saat ini digeluitinya.

Bahkan, menceritakan “disini sekolah inilah aku mulai mengenal cinta”. Tentu saja, cerita tersebut dibuat tertawa. Sebab, tampaknya disahuti oleh panitia“siapa hayo”. Dijawab singkat ada deh..

Pesan dan kesan lain yang disampaikan, yaitu menceritakan salah satu guru mata pelajaran elektronik (Pak Castolib), dimana bila terdapat murid yang bandel, maka kalimat yang sering digunakan adalah “tak solder kamu”.

Namun pada dasarnya apa yang disampaikan oleh Pak Castolib itu, semata-mata tujuannya tidak lain adalah agar si murid benar-benar mau belajar agar pintar dan bisa di pahami atas materi pelajaran yang disampaikannya.

Kemudian, pesan dan kesan juga disampaikan oleh Maksum, mulai dari mempernalkan dirinya saat masih menggnakan seragam putih biru saat itu hingga pekerjaan yang saat ini dilakukan.

Setelah pesan dan kesan, dilanjutkan dengan pemberian surprise berupa hadiah dari panitia lainnya, yaitu Apriliandi kepada salah satu panitia yang menjadi penggerak, yakni Titin Tofrikhiatin.

Pada kesempatan ini, juga diberikan hadiah berupa kado/souvenir kepada anak-anak dari alumni SMP Negeri 1 Tanjung, yang ikut serta hadir. Setelah itu, dilanjutkan dengan jogged balon berpasangan yang menjadi suami-istri dengan di iringi musik.

Selanjutnya foto bersama para alumni dan beberapa guru yang hadir dalam kegiatan yang penuh dengan kehangatan ini. Acara diakhiri dengan pemberian santunan kepada alumni SMP Negeri 1 Tanjung yang tidak berkesempatan hadir karena sakit serta santunan kepada anak yatim piatu.

Santunan tersebut diperoleh dari hasil donasi yang dikumpulkan secara spontanitas oleh para alumni SMP Negeri 1 Tanjung angkatan tahun 1997.

 

 

 

 

 

 

 




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita