Kamis, 30/05/2019, 04:28:26
Sepi, Para UMKM di Rest Area PG Banjartama Resah
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

 

Para pedagang UMKM di rest area PG Banjaratma sepi pengujung. (Foto: Takwo Heriyanto)

 

PanturaNews (Brebes) – Para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang menempati di rest area bekas Pabrik Gula(PG)Banjaratma di Kilometer (KM) 260 Tol Pejagan-Pemalang resah. Pasalnya, mereka mereka merasa dirugikan dengan keberadaan pedagang dadakan yang mulai marak mendirikan tenda-tenda di area tersebut.

Para pedagang ini bahkan sempat mengeruduk kantor pengelola rest area untuk memprotes maraknya tenda pedagang dadakan ini. Alasannya, mereka mendirikan tenda-tenda di halaman rest area bukan di dalam seperti pelaku UMKM lain.

Salah seorang pelaku UMKM di rest area bekas pabrik gula Banjaratma, Aji (45) mengatakan, kehadiran pedagang tenda dadakan yang tidak lain adalah para pengusaha besar. Apalagi posisi tenda yang mereka berada di area parkir.

“Ini adalah momen terbaik baik saat mulai arus mudik ddan balik lebaran ini. Kalau sudah seperti ini, jelas sangat merugikan kami dari para pelaku UMKM yang menempati rest area pabrik bula Banjaratma ini,” keluh Aji, Rabu 29 Mei 2019.

Menurutnya, sejak para pedagang mulai berjualan pada awal bulan lalu hingga sekarang, jumlah pembeli yang mampir masih sangat sedikit. Bisa dibilang, pelaku UMKM ini sama sekali tidak menikmati untung.

"Sekarang saja sudah banyak pelaku umum yang angkat kaki dari sini karena merugi. Kalau kami saat ini diperlakukan seperti ini, jelas kami juga akan gulung tikar. Padahal keberadaan awal rest area ini 70 persenya dialokasikan bagi pelaku UMKM di Brebes dan Tegal," ungkapnya.

Pelaku UMKM lainnya, Nurhayati (42) berharap pengelola bisa mengambil langkah agar tenda pedagang dadakan di area parkir ditiadakan dan ditarik masuk ke bangunan utama. Sehingga mereka juga akan bersaing sehat dengan pelaku UMKM lain.

"Silakan berjualan disini, tapi jangan buka di dekat tempat parkir. Ini akan menghalangi kami yang berjualan di dalam. Silakan bersaing dengan sehat di dalam," tandas Nurhayati.

Menyikapi hal itu, pendamping UMKM dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, Daniel Afrianto mengaku sudah berusah melakukan mediasi terkait keluhan pedagang tersebut. Namun belum mendapat tanggapan serius dari pengelola.

"Sebenarnya kami sudah melakukan mediasi dengan pengelola rest area. Namun belum ada tanggapan. Mungkin belum ada waktu," pungkas Daniel.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita