Senin, 20/05/2019, 04:30:25
Gebrak Gelar Tadarus Anggaran Anti Korupsi 3 Hari
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Para peserta tadarus anggaran dan anti korupsi tengah diskusi tentang materi anggaran korupsi. (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) – Memasuki momen bulan ramadhan, Gerakan Berantas Korupsi (Gebrak) bersama Sekolah Anggaran dan Anti Korupsi (Sanggar Sakti) mengadakan kegiatan tadarus anggaran dan anti korupsi selama 3 (tiga) hari, dari mulai Jumat-Minggu (17-19) Mei 2019.

Kegiatan yang diadakan di Markas Gebrak, Jalan Taman Siswa Brebes itu, adalah kali kedua dilaksanakan dalam even bulan ramdhan dengan ikuti oleh berbagai elemen, dari berbagai daerah.

Diantaranya seperti dari aktivis mahasiswa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama dan tenaga pendidik, serta komponen masyarakat lainnya, baik berasal dari beberapa Kabupaten/Kota yang ada di Jawa Tengah, maupun Jawa Barat.

Beberapa materi tadarus anggaran dan anti korupsi yang diberikan kepada para peserta, di hari pertama, yakni mengenai filosofi anggaran, prinsip-prinsip anggaran, perencanaan dan penyusunan, tahapan anggaran APBN, APBD dan APBDes serta diskusi.

Di hari kedua, materi yang diberikan adalah arti korupsi, pasal-pasal korupsi, korupsi politik, yang terdiri dari anggaran, pemilu/pilkada, korupsi pengadaan, teknik investigasi, teknik pelaporan kasus dan diskusi.

Sedangkan di hari ketiga atau terakhir, materinya yaitu, review materi atas materi-materi yang telah diberikan pada hari pertama dan kedua, teknik input data-data anggaran, review seluruh materi dan rencana tindak lanjut atas kegiatan tersebut.

Adapun sebagai pengisi atau pemberi materi dari kegiatan tadarus anggaran dan anti korupsi ini, dari internal Gebrak, yang di isi langsung oleh Koordinator Badan Pekerja Gebrak Darwanto, dan sejumlah pengurus Badan Pekerja Gebrak lainnya, seperti Asih Widyowati, Alif, dan Agus Supriyanto serta Ali Fuad.

Selain itu, dari Sanggar Sakti materi disampaikan oleh Yunus Awaludin. Pemateri lainnya adalah mantan wartawan senior dari Harian Radar Tegal, yang juga Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Brebes, Muamar Riza Pahlevi.

Koordinator Badan Pekerja Gebrak, Darwanto mengatakan, melalu kegiatan tersebut diharapkan kepada para peserta bisa memahami terkait anggaran, baik dari APBN, APBD juga APBDes, yang nantinya bisa melakukan monitoring di masing-masing daerahnya.

“Tujuannya adalah ketika akan mengungkap sebuah kasus korupsi, mereka diharapkan bisa memahami dan mendeskripsikannya serta tidak terjadi salah paham,” ujar Darwanto, usai kegiatan yang berakhir pada Minggu 19 Mei 2019, pukul 00:00 Wib dini hari.

 Diharapkan pula, lanjut Darwanto, materi-materi yang diberikan dalam kegiatan tadarus anggaran dan anti koruspi ini, tidak hanya menjadi perkembangan informasi pemahaman oleh elemen masyarakat.

Namun, juga bisa menjadi satu gerakan yang masif oleh masyarakat di daerahnya masing-masing dalam melakukan investigasi atas kasus-kasus korupsi, bilamana memang terjadi penyelewengan.

Moh. Ardin Suwadi, selaku peserta kegiatan dari mahasiwa sebuah universitas STAIN NU di Temanggung, Jawa Tengah mengatakan, pihaknya mengaku mengikuti kegiatan tersebut, merasa senang, karena bisa mendapatkan ilmu tentang anggaran dan anti korupsi yang menurutnya sangat bermanfaat sekali.

“Senang sekali, saya mengikuti kegiatan ini, karena bisa memahami ilmu atau materi-materi anggaran dan anti korupsi yang diberikan oleh Gebrak dan Sanggar Sakti. Insya Allah materi-materi yang diberikan ini sangat bermanfaat buat saya untuk bisa diterapkan.

Tentu saya berharap agar kegiatan seperti untuk rutin dilakukan, mengingat banyak ilmu-ilmu tentang pemahaman anggaran dan anti korupsi ini,” ucap Ardin, mahasiwa asal Temanggung yang berasal dari Kepulauan Flores ini, yang di amini mahasiswa asal UPS Tegal, Abdul F dan tenaga pendidik Rokhidin.

Sementara itu, Ketua Panitia Budi Santoso mengucapkan terimakasih kepada para peserta atas partisipasinya yang telah mengikuti kegiatan tadarus anggaran dan anti korupsi yang digelar kali keduanya ini.

“Tidak menduga, kegiatan ini meskipun dilaksanakan pada bulan ramadhan, selain di isi dengan materi-materi, dan buka puasa bersama ini, semua peserta sangat antusias, bahkan semangat. Ini juga bisa menjadi ajang silaturahmi antar sesama,” pungkas Budi.

 




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita