Sabtu, 18/05/2019, 10:49:03
Materi Sastra Tegalan Masuk Mata Kuliah di UPS
Laporan Tim PanturaNews

Tri Mulyono, dosen UPS saat memberi kuliah sastra Tegalan dihadapan mahasiswa (Foto: Dok)

PanturaNews (Tegal) - Tiga buku karya seniman Tegal dijadikan materi perkuliahan mata kuliah Sastra Tegalan di Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP Universitas Pancasakti (UPS) Tegal.

Tiga buku tersebut yakni antologi puisi "Balada Asu" editor Lanang Setiawan, buku biografi bertajuk "Lanang Setiawan Penjaga Bahasa dan Pelopor Sastra Tegal" karya Muarif Esage, dan buku "3 Lakon Drama Tegalan" karya Lanang Setiawan.

Hal tersebut disampaikan dosen UPS Tegal pengampu mata kulian Sastra Tegalan, Dr. Tri Mulyono M.Pd, Jumat 17 Mei 2017 kemarin.

Menurut Tri Mulyono, kuliah yang dimulai pukul 13.00 sampai pukul 14.15 diikuti 33 mahasiswa semester IIb di gedung E 108.

"Dalam kumpulan puisi Balada Asu, dimuat sejumlah puisi karya 35 penyair sastrawan tegalan, antara lain puisi karya Dr Maufur, Dr Sitti Hartinah, SL.Gaharu, Hamidin Krazan, Lanang Setiawan, dan lain sebagainya," ujarnya.

Dikatakan Tri Mulyono, ketika tiba pada saat pembacaan puisi oleh mahasiswa, tidak sedikit mereka tertawa karena isinya menyentil hamil diluar nikah. Terutama pada teks puisi yang dibangun dalam bentuk paruan, seperti pada kalimat: /Manuk jalak cucuké kuning/bocah ladak wetengé mleding/.

Ditambahan, sebelumnya pada pagi hari telah dilangsungkan kuliah yang sama pada kelas lain dalam pembahasan materi berbeda. Pada kelas IIa dibahas buku berjudul "Lanang Setiawan Penjaga Bahasa dan Pelopor Sastra Tegal" karya Muarif Esage, guru bahasa Indonesia SMA Negeri 1 Slawi. Sedangkan pada kelas IIC yang perkuliahannya dilakukan pukul 9.30 sampai dengan 10.30 dibahas kumpulan naskah drama tegalan "3 Lakon Drama Tegalan karya Lanang Setiawan.

"Untuk giliran perkuliahan mendatang, akan diajarkan kumpulan cerpen dan novel tegalan," tuturnya.

Menurutnya, materi perkuliahan mata kuliah Sastra Tegalan di Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP UPS sudah berjalan selama 3 tahun. Diharapkan setelah mahasisma lulus dan jadi guru nanti, materi sastra Tegalan menjadi materi ajar di sekolahnya masing-masing.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita