Minggu, 12/05/2019, 14:38:35
Kali Kedua Ini, Saya Tetap Jaga Kepercayaan Rakyat

Agung Widyantoro selalu dikerubuti masyarakat di setiap kunjunganya (Foto: Dok)

PanturaNews (Brebes) - Mantan Bupati Brebes ini, kembali melenggang ke Senayan. Dari rekapitulasi penghitungan suara Pileg 2019 Model DB 1-DPR di KPU Kota Tegal, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes, anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar periode 2014 – 2019 yang terkenal dekat dengan kontsituenya ini, meraih suara sekitar 98.569 Berikut hasil wawancara wartawan PanturaNews, SL. Gaharu dengan H. Agung Widyantoro, SH, MSi, Sabtu 11 Mei 2019.

 

Bapak kembali terpilih menjadi anggota DPR RI, bagaimana perasaan Bapak?

Tentunya saya bersyukur dan Alhamdulilah. Terpilihnya kembali saya menjadi anggota DPR RI, itu artinya kemenangan bersama rakyat dan masih memberikan kepercayaan pada saya untuk ikut serta mengawasi jalannya tata kelola keuangan Negara oleh Pemerintah sebesar 2.439 Trilyun lebih. Dan ini adalah amanah yang harus saya emban. Saya akan lebih memperhatikan dan  berani bersuara lantang untuk memperjuangkan aspirasi warga masyarakat di parlemen.

 

Apa ini menjadi beban?

Tidak. Sama sekali tidak. Bukan beban, justru kepercayaan ini menjadikan semangat saya untuk bekerja. Aspirasi dan kebutuhan masyarakat yang belum dapat terealisasi, akan kembali saya perjuangkan.

 

Aspirasi apa yang menjadi prioritas?

Tergantung nanti partai akan menempatkan saya di Komisi mana. Kemarin, ketika saya duduk di Komisi IV, pertanian lebih saya perhatikan. Selama di Komisi IV, aspirasi dan bantuan berupa 493 unit yang terdiri dari alat pra tanam berupa hand tracktor, pompa air, cultivator, corn planter, handsprayer, rice tranplanter, traktor roda 4 sudah saya realisasikan. Termasuk bantuan alat pasca panen berupa combine harvester, power treser, conseler semuanya saya bagikan tanpa dipungut biaya satu rupiah pun alias gratis.

Selain alat mesin pertanian, saya juga membawa program pertanian lainnya diantaranya adalah Kelompok Rumah Pangan Lestari (KRPL) untuk mengurangi stunting pada anak dan tingkatkan gizi. Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM), Unit Pengelola Pupuk Organik (UPPO), Kawasan Bibit Rakyat (KBR), Bang Pesona serta 10.000 Bibit Holtikultura di Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal dan Kota Tegal.

Dibidang peternakan, saya memberikan bantuan sapi indukan untuk 3 kelompok di Kabupaten Brebes, karena sapi indukan ini sangat khusus perlakuannya. Banyak aspirasi masyarakat yang sudah saya realisasikan. Dan aspirasi lainnya sesuai bidang kerja Komisi saya.

 

Bapak dikenal dekat dengan masyarakat bawah, betul itu?

Masyarakat yang memilih saya menjadi wakil mereka di DPR RI, jadi saya harus dekat supaya mengetahui secara langsung apa yang dibutuhkan mereka. Setiap Reses atau kunjungan kerja, saya lebih sering bertemu petani atau yang lainnya. Berbincang-bincang, mendengar apa yang menjadi kebutuhan dari masyarakat dan konstituen dibawah, setelah itu saya bawa ke pusat dan saya suarakan agar dapat perhatian dan realisasikan.

Sebenarnya apa yang saya lakukan ini memang sudah menjadi kewajiban sebagai anggota DPR-RI. Jadi ketika saya dekat dengan masyarakat di bawah, itu juga sebagai kewajiban.

 

Suara yang Bapak raih pada Pileg tahun ini naik dibanding Pileg 2014. Seberapa besar naiknya?

Pada Pileg 2014, saya meraih 75.577 suara, dan pada Pileg 2019 ini saya meraih 98.569 suara. Naik jadi sekitar 46,9 persen lebih.

 

Dari tiga daerah, mana suara yang terbanyak?

Tentunya Kabupaten Brebes, saya bisa meraih 85.230 suara. Di Kabupaten Tegal saya meraih 10.691 suara, dan Kota Tegal saya hanya meraih 2.648 suara.

 

Apa yang menjadi indikasi suara Bapak naik?

Mungkin masyarakat puas telah merasakan manfaatnya dan melihat kerja keras saya selama hampir lima tahun ini. Masyarakat sekarang sudah pintar-pintar. Artinya, mereka akan memilih calon anggota DPR yang benar-benar kerja untuk kepentingan masyarakat. Bukan calon yang dekat ketika kampanye saja.

Buktinya banyak juga calon anggota legislatif yang sudah habis duit banyak tapi tidak terpilih. Karena duit itu bukan segalanya dan itu berlaku bukan hanya di Dapil Jateng IX, tapi di Dapil-Dapil lain. Maka ayo kita akhiri bersama politik mahar. Saatnya kita bangun karya nyata untuk wujudkan manfaat bagi rakyat.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita