Sabtu, 04/05/2019, 11:36:51
Relevansi Antara PT, Mahasiswa dan Masyarakat
Oleh: Anisaun Nikmah

Menjalin hubungan yang harmonis antara Perguruan Tinggi (PT) dengan masyarakat, dalam arti saling menguntungkan dan memberi manfaat bagi kedua belah pihak, bukan merupakan perkerjaan gampang. Di Negara maju dikenal hubungan Sinergik, yakni kegiatan perguruan tinggi untuk membantu mengembangkan perusahaan-perusahaan besar.

Perusahaan memperoleh manfaat terutama pengembangan produknya, dilihat dari kepentingan dunia industri dan bisnis hubungan tersebut dipandang memadai, bahkan bagi perguruan tinggi telah memperoleh salah satu sumber pendapatannya dari dunia industri tersebut.

Sampai sekarang wujud nyata pengabdian masyarakat sebagi salah satu manifestasi dari upaya merealisasikan dharma ketiga perguruan tinggi masih dalm proses mencari bentuk. Dharma pendidikan dan penelitian sesuai dengan potensi dan kemampuan masing-masing perguruan tinggi telah menemukan bentuk yang baku dan telah pula dijelaskan sebagaimana mestinya.

Khusus dharma pendidikan tampaknya sudah dapat berjalan mulus terutama dilihat dari kemampuan perguruan tinggi memberikan pelayanan dalam proses belajar mengajar mahasiswa. Begitu pula dengan penilitian dalam arti sebagai upaya meningkatkan kemampuan akademik para dosen telah banyak perguruan tinggi yang menjadikannya sebagai bagian integral daripenyelenggaraan perguruan tinggi.

Berbeda dengan pengabdian masyarakat sampai sekarang masing-masing perguruan tinggi memiliki bentuknya sendiri-sendiri, ada yang berusaha mengintegrasikan pengabdian masyarakat dengan kegiatan penelitian dan atau dengan peningkatan mutu akademik para dosen di luar kampus atau sebagai upaya mendekatkan mahasiswa kepada realitas yang dihadapi masyarakat pedesaaan guna melatih mematangkan sikap mahasiswa dan menghindari kemungkinan alienasi mahasiswa dari perdesaan.

Di Negara kita dengan konsep tri dharma perguruan tinggi sebenarnya sejak semula perguruan tinggi diharapkan tidak terpisah dari masyarakat, ada keharusan mengabdi kepada masyarakat yang disejajarkan dengan du dharma lainnya, yakni pengajaran dan pendidikan-penelitian.

Sebagai bangsa yang besar yang mayoritas masyarakatnya masih berpendidikan rendah peranan perguruan tinggi di Negara kita menjadi amat strategis, karena perguraun tinggi diharapkan tidak saja sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tetapi sekaligus sebagai sarana pelatihan dan pematangan sumber daya manusia yang akan siap memasuki teknostruktur masyarakat industrial di masa depan.

Perguruan tinggi menjalankan fungsi profetik dalm arti memiliki tanggung jawab dalam proses penyediaan sumber daya manusia yang akan mengemban misi suci pelestarain dan pengembangan budaya, mengabdikan ilmu pengetahuan untuk mengembangkan masyarakat tanpa pamrih atau Cost-Benefit inilah kiranya merupakan sisi idealistik pengabdian masyarakat yang harus dijadikan sasaran dharma ketiga perguruan tinggi.

Pengabdian masyarakat yang benar-benar berorientasi kepada masyarakat berarti diprogramkan menurut kebutuhan masyarakat yang menjadi sasarannya, dalam suasana pembangunan yang sentralistik dan serba birokratik ini dimana tangan-tangan birokrasi menggerayangi hamper seluruh aspek kehidupan masyarakat, dari masalah kesehatan, keagamaan dan pemerintahan, sebagaimana tercermin dalam bentuk penataran, penyuluhan dan pengarahan dari berbagai instansi dan dinas pemerintah.

Peran mahasiwa merupakan gambaran untuk masyarakat, bahkan mahasiswa disebut juga dengan lidah msyarakat. Dalam artian bahwa mahaasiwa mempunyai tanggung jawab yang tidak hanya dalam perkuliahan saja, naun mahasiswa merupakan sosok sosial yang memiliki jiwa intelektual yang dengan kehadiran dirinya mampu memberikan nilai positif bahkan menjadi perubahan bagi dunia.

Salah satu peran mahasiswa adalah menjadi kontrol sosial. Dalam hal ini kontrol sosial ini bahwa mahasiswa memberikan sebuah pengawasan untuk daerahnya, hal ini terjadi dengan masyarakat bantar kawung dimana mahasiswa mangawal kebijakan-kebijakan yang meresahkan warga.

Mahasiswa memberikan  kontribusinya untuk masyarakat tersebut, dalam hal ini penyelewengan dana desa membuat masyarat sekitar merasa resah dikarenakan adanya beberapa dana yang tidak digunakan sebagaimana mestinya. Warga mendesak kepala desa agar sesegera mungkin menyelesaikan sebuah bentuk pelanggaran yang dilakukannya. Keresahan warga melihat jalanan yang tidak pernah layak dipakai padahal sudah dua periode ini kepala desa menjabat, namun tidak memberikan sebuah perubahan untuk desa tersebut. Mahasiswa desa bantarkawung mengumpulkan tekad untuk membantu keresahan masyarakat tersebut, namun disini mahasiswa bukan memihak pada sebuah kebenaran yang masih abstrak.

Mahasiswa membantu keresahan masyarakat tersebut. Seharusnya peran dan fungsu mahasiswa menjadi pionir kesadaran bagi seluruh kalangan mahasiswa, karena bagaimanapun ijazah hanya akan mengantarkan pada tahap dokumen selebihnya adalah suatu pengalaman.

(Anisaun Nikmah adalah Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)


Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita