Minggu, 21/04/2019, 10:19:30
Virus Mental Kaum Terdidik
Oleh: Firda Umami

NALAR atau penalaran adalah istilah sebagai terjemahan dari reason atau reasoning yang disebut seumber dari pengetahuan dan pemikiran. Daya nalar The Power Of Reason, merupakan sumber yang menentukan bagi setiap usaha pembaharuan.

Membangkitkan daya nalar individual The Individual Power Of Reason sebagai dasar yang paling menentukan dari kemampuan berpikir analistis dan sintetis adalah tanggungjawab sosial esensial dari kaum terdidik. Cicero, pemikir kenamaan zaman romawi kuno menghbungkan penalaran dengan intelektualitas dn kebijaksanaan, Cicero mengatakan sebagai berikut “orang yang bijaksana diperintah oleh penalaran, yang kurang berpengetahuan oleh pengalaman, orang yang paling dungu oleh kebutuhan dan hewan oleh alam”.

Cicero, menunjukan bahwa yang membedakan manusia yang bijaksana dari yang lain adala penalaran, ia diperintah oleh pikiran bukan oleh emosi, pikiran yang harus dominan yang harus menekan perasaan (Felling). Segala kegiatan dituntun oleh pikiran bukan dikendalikan oleh emosi.

Dalam proses pembinaan penalaran pemuda sebagai kaum yang terdidik adalah titik sentra, ia adala objek tetapi juga subjek, kaum terdidik memiliki serta mempunyai kedudukan istimewa dalam masyarakat, tetapi ini tidak berarti mempunyai privilage. Kaum terdidik dinilai sebagai manusia yang menjadi harapan bangsanya, peranan yang strategis diharap mampu mengsisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan pada tahun 1945 dengan segala bentuk perjuangan dan pengorbanan.

Diharapkan agar dalam segala kegiatan dan tindakannya , kaum terdidik dapat berdasarkan pemikiran yang rasional-logis. Serta bertanggungjawab atas kelancaran jalannya pemerintahan dan keselamatan masyarakat. 

Erat sekali dengan kenyataan, David Easton dalam bukunya yang berjudul The Political System mengatakan bahwa “Khidupan politik mencakup berbagai macam kegiatan yang mempengaruhi kebijakan dari pihak yang berwenang, yang diterima oleh suatu masyarakat dan mempengaruhi cara untuk melaksanakan kebijaka itu”, selanjutnya Easton menambahkan “Kita berpartisipasi dalam kehidupan politik jika aktivitas kita ada hubungannya dengan pembuat kebijakan untuk suatu masyarakat”.

Jelaslah bahwa dalam usaha membangkitan daya nalar dikalangan pemuda, pemuda sendiri ikut menentukan keberhasilannya, pemuda perlu sadar akan pentingnya memiliki daya nalar untuk kepentingan pembinaan personalitasnnya dan kepribadiannya.

Efisiensi berfikir berpengaruh kepada tindakannya tidakannya dan perilakunnya, akan menjadi daya pendorong yang berkembang luas bagi kemajuan masyarakat, yang oleh Davide Mc Cleland seorang ahli psikolog di Harvard University disebut Virus Mental dari Need For Achievement, artinya kebutuhan untuk memperoleh prestasi yang gemilang, Virus ini Need For Achievement terdapat pada diri seseorang untuk mengejar sesuatu yang lebih baik, cepat, lebih gemialng dan lebih efisien dari pada yang tetap dilakukan sebelumnnya. 

Virus mental ini memang sangat memengaruhi bagi kaum terdidik. Pasalnya seringkali seorang kaun terdidik lemah mental hanya karena kurang percaya diri atau banyak kekhawatiran yang terjadi. Hingga merubah pola berfikir masyarakat bahwa kaum terdidik hanya memperoleh teori saja dari sekolah tidak mendapatkan mental yang kuat untuk mengahadapi tantangan-tantangn masyarakat.

(Firda Umami adalah Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Peradaban Bumiayu (UPB), Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)


Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita