Sabtu, 20/04/2019, 14:53:17
TPS 24 Dukuhwringin Gelar Pemungutan Suara Ulang
LAPORAN NINO MOEBI

Pendaftaran pemilih pada PSU di TPS 24 Desa Dukuhwringin, Slawi, Kabupaten Tegal (Foto: Nino)

PanturaNews (Tegal) - Karena dua orang pemilih ber KTP Jakarta, dan tanpa bisa menunjukan Formulir A5 bisa mencoblos, akibatnya pemilihan suara ulang (PSU) Pileg dan Pilpres 2019 dilakukan di TPS 24 Desa Dukuhwringin, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Sabtu 20 April 2019 kemarin.

Pemungutan suara ulang dilakukan atas dasar rekomendasi dari hasil rapat pleno antara KPU dan Bawaslu setempat untuk semua pemilihan, baik Presiden, DPR-RI, DPRD Provinsi, DPD dan DPRD Kabupaten.

Keputusan pemungutan suara ulang dilakukan menyusul adanya laporan temuan permasalahan dua orang ber-KTP Jakarta, mencoblos di TPS 24 dan satu orang ber-KTP Tangerang mencoblos di TPS 04 Desa Blubuk.

"Dua warga ber KTP Jakarta yang sempat menoblos di TPS 24 Desa Dukuhwringin atas nama Muhammad Aziz Suswanto dan Feti Anggi Safitri," kata Ketua Bawaslu Kabupaten Tegal, Ikbal Faizal di lokasi pemungutan suara, Sabtu.

Komisioner KPU Kabupaten Tegal, Divisi Teknis Fasikhin menambahkan, tiga pemilih terdebut tidak bisa menunjukan formulir A5 sebagai syarat pemilih pindah TPS memilih. Mereka sudah ditolak petugas KPPS, namun tetap memaksa. Ketiganya akhirnya diperbolehkan mencoblos, namun hanya surat suara Presiden dan Wakil Presiden.

Ternyata, sambung Fasikhin, keputusan KPPS di dua TPS tersebut yang memperbolehkan ketiga pemilih luar daerah tersebut mencoblos, diketahui oleh anggota Panwas Kecamatan masing-masing yang langsung dilaporkan ke Bawaslu.

Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di TPS 24 Desa Dukuhwringin sebanyak 226 dan di TPS 04  Desa Blubuk 259, ditambah satu Daftar Pemilih Tambahan (DPTb).

“Pemungutan suara ulang ini sudah sesuai dengan Pasal 372 Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu, dimana setidaknya ada dua hal yang menyebabkan dilakukannya pemungutan suara ulang, yakni bencana alam atau kerusuhan yang berakibat hasil pemungutan suara tidak dapat digunakan dan yang kedua berdasarkan hasil penelitian dan pemeriksaan pengawas TPS,” pungkas Fasikhin.

Komisioner KPU Provinsi Jawa Tengah, Muslim Alsa menambahkan, pemungutan suara ulang tidak mengurangi partisipasi masyarakat untuk menoblos kembali terbukti 50 persen lebih ikut partisipasi pencoblosan ulang.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita