Rabu, 17/04/2019, 07:00:39
Diduga Money Politik, Caleg Dilaporkan ke Bawaslu
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Sejumlah warga Dusun Siramin melaporkan dugaan money politik ke Bawaslu (Foto: Takwo Heryanto)

PanturaNews (Brebes) - Sejumlah warga Dukuh Siramin, Desa Slatri, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat, Selasa 16 April 2019 sekitar pukul 23:45 WIB.

Mereka melaporkan terkait adanya dugaan money politik yang diduga dilakukan oleh calon legislatif (caleg) Kabupaten Brebes dari daerah pemilihan (Dapil) 3 Kecamatan Larangan, Bantarkawung dan Salem, asal Partai Gerindra atas nama "Wr".

Laporan mereka diterima langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Brebes, Wakro beserta tiga anggotanya, yakni Rudi Raharjo dan Yunus Awaludin Zaman.

Termasuk dari jajaran Gakumundu, seperti dari Polres dan Kejaksaan Negeri Brebes, juga turut serta menerima atas laporan dugaan money politik yang diduga dilakukan caleg incumbent tersebut.

Salah satu pelapor, Kaliri Heriawan (45) mengatakan, pihaknya melaporkan dugaan money politik yang diduga dilakukan oleh "Wr", karena terdapat barang bukti berupa sejumlah uang Rp 50.000, Rp 30.000 dan Rp 25.000 tanpa amplop.

Uang pecahan tersebut, lanjut Kaliri, diberikan ke beberapa warga dengan cara mendatangi rumah pada Senin 15 April 2019 sore.

"Yang membagi-bagi uang adalah guru honorer atas nama "Rsb" dan "NA". Keduanya merupakan suami istri. Sedangkan yang menerima ada sebanyak 32 warga," ujar Kaliri, warga Dusun Siramin RT:03, RW:07 Desa Slatri.

Menurut Kaliri, pihaknya bersama warga lainnya melaporkan dugaan money politik uang yang diduga dilakukan oleh "Wr", dengan alasan karena selama menjadi anggota DPRD Kabupaten Brebes, di pedukuhannya tidak pernah mendapatkan aspirasi pembangunan.

"Untuk itu kami bersama warga lainnya kecewa, dan melaporkan temuan dugaan monyet politik ini ke Kantor Bawaslu Kabupaten Brebes," tutur Kaliri.

Menyikapi hal itu, Divisi Pelaporan, Penindakan dan Pencegahan Bawaslu Kabupaten Brebes, Yunus Selusin Zaman, membenarkan adanya laporan seperti yang disampaikan pelapor dengan atas nama Kaliri.

Dalam laporan tersebut, pelapor selain membawa tiga orang saksi, juga membawa alat bukti berupa sejumlah uang pecahan. Dengan rincian 1 lembaran uang pecahan Rp 50.000, 2 lembar uang pecahan Rp 5.000, dan 15 lembar uang pecahan Rp 2.000.

"Alat bukti lainnya adalah spesimen surat suara Pemilu 2019 untuk DPRD Kabupaten Brebes," ungkap Yunus.

Atas laporan dugaan money politik itu, lanjut Yunus, pihaknya bersama Gakumundu akan mengkaji lebih mendalam untuk memprosesnya.

"Apabila yang bersangkutan ternyata terbukti melakukan tindakan money politik, maka jika terpilih menjadi anggota DPRD, bisa batal status terpilihnya. Selain itu, juga bisa dikenakan hukuman pidana penjara dan denda sesuai undang-undang yang berlaku," tandasnya.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita