Selasa, 16/04/2019, 15:48:57
Beberapa Caleg di Brebes Nyaris Kena OTT
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Divisi Penangan Pelanggaran Penindakan Bawaslu Kabupaten Brebes, Yunus Awaludin Zaman (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Memasuki masa tenang Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melakukan patroli keliling desa. Tujuannya adalah untuk mengantasipasi adanya money politik atau serangan fajar yang dilakukan baik oleh masing-masing tim sukses (timses) calon legislatif (caleg), DPD, maupun calon Presiden (capres) dan calon wakil Presiden (cawapres).

"Untuk itu, dihimbau kepada masyarakat sebagai warga negara Indonesia yang baik untuk ikut serta bersama-sama patroli desa dengan mengawasi kemungkinan adanya serangan fajar, " ujar Divisi Penangan Pelanggaran Penindakan Bawaslu Kabupaten Brebes, Yunus Awaludin Zaman, saat ditemui di Kantornya, Selasa 16 April 2019.

Menurut Yunus, segera laporkan kepada Bawaslu Kabupaten Brebes, apabila terdapat informasi terkait money politik yang dilakukan masing-masing timses caleg, DPD, maupun capres dan cawapres.

Tentunya, kata Yunus, apabila hendak melaporkan adanya temuan bagi-bagi money politik harus bisa dibuktikan dengan alat bukti berupa dokumen, seperti amplop, uang dan saksi miniminal dua orang.

"Termasui apabila terdapat juga daftar penerima uang baik dari masing-masing timses caleg, DPD, maupun capres dan cawapres, ini juga bisa dijadikan sebagai alat bukti kami untuk menindaklanjutinya," terang Yunus.

Namun demikian, lanjut Yunus, apabila baru akan melakukan money politik, maka tidak bisa di jadikan sebagai alat bukti untuk dipidanakan.

"Jadi, dalam Pemilu 2019 yang akan berlangsung besok Rabu ini, yang dikenakan pidana hanyalah yang memberikan uang. Ini, ancaman hukuman atau sanksinya adalah bisa dibatalkan status terpilihnya apabila nantinya yang melakukan money politik, kemudian terpilih jadi caleg, DPD maupun presiden dan cawapres. Kalau hukuman maksimal 4 tahun penjara dengan denda Rp 48 juta. Jadi, sudah jatuh tertimpa tangga pula," tutur Yunus.

Hukuman atau sanksi tersebut, imbuh Yunus, berbeda dengan Pilkada. Dimana, baik pemberi maupun penerima bisa dipidanakan.

"Bahkan tadi malam, kami hampir akan melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap beberapa caleg tingkat daerah Kabupaten Brebes, yakni caleg di Kecamatan Songgom dan Bulakamba. Itu setelah adanya informasi dari masyarakat yang masuk ke kami. Namun, karena alat buktinya tidak kuat, maka kami belum bisa menindaklanjuti lebih mendetail," paparnya.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita