Kamis, 11/04/2019, 14:32:29
Fikri: PKS Berpeluang Menjadi Partai Papan Atas
Laporan Tim PanturaNews

DR. H. Abdul Fikri Faqih

PanturaNews (Tegal) - Pemilu 2019 yang jatuh pada 17 April nanti, membawa peluang besar bagi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk menjadi partai papan atas. Banyak yang memprediksi, angka bisa tembus sampai 20%. Pada Pemilu 2014 kemarin, ada 45 juta pemilih tidak menggunakan hak suaranya, dan 15 juta surat suara rusak.

“Jadi pemenang pemilu kemarin sebenarnya itu ya yang tidak datang,” kata caleg DPR RI dari PKS nomor urut 2, DR. H. Abdul Fikri Faqih, Kamis 11 April 2019.

“Kita hanya perlu melakukan dua hal. Pertama mengajak masyarakat untuk datang menggunakan hak pilihnya. Kedua mengajarkan pemilih lansia agar tidak salah coblos,” jelas Fikri.

Jika ini berhasil, maka ada potensi penambahan 60 juta suara yang kemarin hilang. “Disinilah pentingnya para caleg PKS bekerja keras. Jika ini berhasil digarap PKS, maka besar peluang PKS akan menjadi partai papan atas,” ungkapnya.

Menurut Fikri, kader PKS harus punya semangat untuk mengubah, tidak boleh apatis. Sudah bukan saatnya diam saja, harus bergerak semua, hadirkan semangat berkompetisi secara sehat.

“Ada gesekan sesama caleg, itu biasa. Namanya juga kompetisi. Tapi semangat kita adalah mengubah menjadikan masa depan bangsa ini lebih baik,” ujarnya.

Fikri menjelaskan, PKS tampil terdepan dengan politik gagasan, dengan menghadirkan 4 janji politik PKS; penghapusan pajak motor, SIM seumur hidup, bebas pajak penghasilan bagi pendapatan Rp 8 juta ke bawah, dan RUU Perlindungan Ulama.

“Perjuangan kita selain memenangkan Capres 02, adalah memenangkan PKS di Parlemen, agar bisa menggoalkan program yang sudah kita janjikan,” tegas Fikri.

Pria yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi X DPR RI, menjelaskan dalam momentum pemilu legislatif ini, PKS menawarkan gagasan, bukan sekedar politik slogan atau menawarkan sekedar angan-angan.

“PKS tidak akan menjanjikan sesuatu yang bukan kewenangan. Tugas anggota dewan itu legislasif, anggaran dan budgetting. Kalau ada caleg menawarkan janji meningkatkan lapangan kerja, atau menurunkan harga kebutuhan pokok itu bukan tugas caleg, melainkan tugasnya Prabowo-Sandi sebagai capres dan cawapres,” pungkasnya.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita